by

Gempuran Israel ke Gaza Telah Menelan Korban Sedikitnya 200 Warga Palestina Tewas, Diantaranya 59 Anak-anak dan 35 Perempuan

Gempuran Israel ke Gaza Telah Menelan Korban Sedikitnya 200 Warga Palestiwa Tewas, Diantaranya 59 Anak-anak dan 35 Perempuan

Smartcitymakassar.com – Israel, Senin (17/5), menghantam Kota Gaza dengan serangan udara, menewaskan seorang komandan senior militan Palestina, sementara kelompok militan Palestina memulai lagi serangan roket ke Israel.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sejak pertempuran dimulai pada 10 Mei, sedikitnya 200 warga Palestina telah tewas, termasuk setidaknya 59 anak-anak dan 35 perempuan. Semenara di pihak Israel, sedikitnya 10 orang tewas dalam serangan roket Hamas, termasuk seorang anak berusia 6 tahun.

‘FooterBanner’


Militer Israel mengatakan pihaknya telah menghancurkan terowongan sepanjang 15 kilometer di Gaza yang digunakan oleh Hamas, serta gedung lima lantai yang menampung Kementerian Urusan Agama yang dikelola Hamas. Serangan ini menewaskan komandan bersenjata Jihad Islam untuk Gaza utara, Hussam Abu Harbeed.

Sebagai tanggapan, Jihad Islam menembakkan roket ke Ashdod, kota pesisir di Israel. Para pejabat mengatakan tujuh orang terluka.

BACA JUGA:  Perubahan Status, Ini Harapan Fraksi Nasdem Makassar Kepada Perumda Parkir Makassar

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidatonya, Senin (17/5) mengatakan Israel akan “terus menyerang target terror” dan akan “terus beroperasi selama diperlukan untuk mengembalikan ketenangan dan keamanan bagi semua warga Israel.”

Sayap bersenjata Hamas bertekad akan menembakkan lebih banyak roket.

Juru bicara Abu Ubaida mengatakan, “Musuh kriminal Zionis meningkatkan pemboman rumah dan apartemen dalam beberapa jam terakhir, dan karena itu, kami memperingatkan musuh bahwa jika tidak segera menghentikannya, kami akan melanjutkan serangan roket ke Tel Aviv,” menurut kantor berita Reuters.

Juga pada Senin (17/5), seorang pria Israel meninggal karena luka-lukanya setelah diserang minggu lalu oleh sekelompok warga Arab di pusat kota Lod, komunitas campuran Yahudi-Arab yang telah menjadi titik panas dalam pertempuran terakhir. (VOA)

Comment