by

Kembali Terulang Warga Ditandu di Lutra, Tokoh Rampi: Akses Jalan Semoga Bukan Janji Manis Pilkada

tokoh masyarakat Rampi, Freddy Erenst

Smartcitymakassar.com – Lutra. Peristiwa memilukan kembali terjadi di Luwu Utara (Lutra) setelah yang dialamai ibu Dina Da’a, warga Desa Rampi, Kecamatan Rampi yang menderita sakit sehingga terpaksa harus di tandu sejauh 20 kilometer untuk sampai ke Puskesmas Rampi di Desa Sulaku, untuk mendapatkan perawatan yang intensif, pada Selasa (12/5/2021).

Sebelumnya di Luwu Utara telah sering terjadi demikian, dimana warga harus ditandu karena parahnya kondisi jalan yang tak bisa dilalui kendaraan. Pada Februari 2019, juga viral di Medsos, Warga Rampi Tandu Jenazah dengan Berjalan Kaki 60 Km. Kejadian tandu warga di Rampi bahkan sudah sering terjadi.

‘FooterBanner’


Menanggapi peristiwa ini, salah satu tokoh masyarakat Rampi, Freddy Erenst mengatakan harusnya Pemerintah Daerah Luwu Utara memprioritaskan pembangunan Infrastruktur untuk daerah Pelosok Rampi sehingga warga tidak kesulitan ketika ada yang sakit.

BACA JUGA:  Tandi Ama Sangat Layak Jadi Kades Kanandede Lutra, Pemuda Desa: Kami Siap Kawal Politik Uang

“Sejauh pengamatan saya di Rampi sangat tertinggal, semua ini terkendala karena akses jalan yang rusak parah termasuk jembatan,” kata Freddy Erenst saat dikonfirmasi, Kamis (13 /5/ 2021).

Selain itu kata Freddy, janji dari pemerintah bahwa pembangunan akses jalan menjadi sebuah janji manis saat perhelatan politik, namun sayangnya tidak direalisasikan saat terpilih.

“Ini kendala utama yang dapat menghambat pelayanan kesehatan dan pendidikan serta perekonomian masyarakat karena akses jalan yang tidak diperhatikan oleh pemerintah,” jelasnya.

“Semoga kedepan pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi dan pusat dapat membantu warga Rampi melalui terbukanya transportasi darat,” harap Freddy. (Ip)

Comment