by

PMII Pinrang dan Sidrap Ikut Kecam Muhammad Abdullah Syukri yang Membuka PKL Tak Memenuhi Syarat

PMII Pinrang dan Sidrap Ikut Kecam Muhammad Abdullah Syukri yang Membuka PKL Tak Memenuhi Syarat

smartcitymakassar.com – Makassar. Banyak Kecaman yang datang dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) di Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait Pelaksanaan PKL oleh PC PMII Takalar yang dibuka oleh Ketua Umum PB PMII terpilih Muhammad Abdullah Syukri.

Kecaman diantarnya dari PC PMII Pinrang. Melalui Ketua PC PMII Pinrang, Trigosal, mereka mengecam apa yang dilakukan Ketua Umum terpilih PB PMII terkait sikapnya yang menabrak semua aturan dalam hal pelaksanaan kaderisasi formal yaitu PKL.

‘FooterBanner’


“Mestinya Ketua Umum terpilih fokus saja untuk merampungkan struktur dalam rapat formatur, karna amanat kongres mengatakan 14 X 24 jam. Jangan malah sibuk membuka kegiatan kaderisasi yang itu tidak memenuhi standar kualifikasi dalam Ketetapan Pleno tentang Pedoman Pelaksanaan Kaderisis PKL yang dilakukan oleh Pengurus Cabang,” ucap Trigosal.

Trigosal menduga Ketua Umum terpilih tidak pernah membaca soal aturan main soal pelaksanaan Kaderisasi di PMII.

“Itu terlihat dari Ketum terpilih yang dengan gampangnya membuka dan merestui agenda yang tidak memenuhi standar kualifikasi,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Peringati HUT Yonif 315 Garuda ke 72, Satgas Pam Rahwan Gelar Sunatan Massal di Distrik Obaa Mappi

Senada dengan itu Ketua PC PMII Sidrap, Akbar juga angkat bicara.

“Apanya yang susah untuk koordinasi ke PKC PMII Sulsel terkait hal ini. Tentu PKC paham mana cabang yang layak untuk melaksanakan PKL dengan yang tidak sama sekali,” ungkap Akbar.

Dalam PO dan Ketetapan Pleno, lanjut Akbar, mekanisme PKL yang dilaksanakan Pengurus Cabang sudah tertulis jelas.

“Makanya saya sampaikan kembalilah belajar dulu soal bagaimana menjalankan agenda kaderisasi formal itu. Atau, apakah Ketua umum terpilih ini mau menjalankan PMII semaunya dia?” cetusnya.

“Saya mengerti bahwa soal pengembangan sumberdaya daya kader dalam ilmu pengetahuan dan lain-lain itu sangat penting, tetapi ini organisasi kita diikat oleh aturan yang itu semua wajib ditaati oleh semua kader apalagi yang hari ini di struktur,” tutup Akbar. (Tbr)

Comment