by

KPK Amankan Barang Bukti Baru Kasus NA dari Kontraktror, Siapakah Dia?

Nurdin Abdullah di kantor KPK (int)

Smartcitymakassar.com – Makassar. KPK masih terus menyelidiki kasus dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun Anggaran 2020-2021, yang melibatkan Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah (NA).

Pada Selasa (13/4/2021) KPK mengamankan bukti berupa barang elektronik dari penggeledahan dua lokasi di Kota Makassar, yakni rumah pemilik PT Purnama Karya Nugraha (PKN) di Kecamatan Mariso, Kota Makassar dan Kantor PT PKN di Jalan G.Lokon, Kota Makassar.

‘FooterBanner’


“Di lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan bukti berupa barang elektronik yang diduga terkait dengan perkara. Selanjutnya, bukti-bukti ini akan segera diverifikasi dan dianalisa untuk segera diajukan penyitaannya untuk melengkapi berkas perkara penyidikan dimaksud,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/4/2021).

Soal PKN

Dari penelusuran, PT Purnama Karya Nugraha (PKN) adalah perusahaan konstruksi yang terletak di Jalan Gunung Lokon Nomor 60 Kota Makassar.

BACA JUGA:  Peringati HUT Yonif 315 Garuda ke 72, Satgas Pam Rahwan Gelar Sunatan Massal di Distrik Obaa Mappi

Tapi, alamat asphalt mixing plant (AMP) berada di Kabupaten Bulukumba.

Berdasarkan info yang diterima, pemilik perusahaan tersebut bernama Petrus Yau Lim.

Adapun Petrus diketahui teman dekat Nurdin Abdullah sejak masih menjabat sebagai Bupati Kabupaten Bantaeng.

KPK sendiri sebelumnya telah memanggil Petrus Yau Lim untuk diperiksa sebagai saksi pada tanggal 23 Maret 2021. Namun yang bersangkutan mangkir.

Menurut Ali Fikri, KPK akan melakukan pemanggilan dan penjadwalan ulang. Ia meminta agar saksi bisa kooperatif selama proses penyidikan.

Sebagai informasi, dalam kasus ini KPK telah menetapkan tiga tersangka yakni NA, Edy Rahmat (ER) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel atau orang kepercayaan Nurdin dan Agung Sucipto (AS) selaku kontraktor/Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB). NA diduga menerima total Rp5,4 miliar. (Ip)

Comment