by

(Opini) Makassar Recover. Peduli Ki’, Sehat Ki’ dan Selamat Ki’

DR. Ir. Naidah Naing, ST. MSi.IAI.(ist)

Oleh: DR. Ir. Naidah Naing, ST. MSi.IAI.

Smartcitymakassar.com – Makassar. Tidak terasa sebulan lebih sejak pelantikan Wali Kota Makassar, dan salah satu program prioritas Wali Kota / Wakil Wali Kota saat ini adalah “MAKASSAR RECOVER” yang telah di launching 5 Maret lalu di salah satu TV Nasional.

‘FooterBanner’


Program prioritas ini mendapatkan banyak apresiasi bukan hanya dari Masyarakat Makassar, tapi juga dari seluruh Indonesia bahkan beberapa negara lain. Program ini merupakan sebuah terobosan baru yang bertujuan agar masyarakat Makassar dapat pulih, sehat dan selamat dari covid 19 untuk menuju ke City Immunity (iminitas kota) yang lebih baik.

Makassar Recover merupakan harapan baru ditengah kecemasan, ketakutan dan keputusasaan warga akan dampak dari pandemi covid 19, karena Makassar Recover bukan hanya untuk imunitas kesehatan tapi juga bertujuan untuk adaptadi dan pemulihan sistem sosial serta pemulihan ekonomi masyarakat Makassar.

Program Makassar Recover akan mempersiapkan masyarakat Makassar menuju masa depan kesehatan, sistem sosial dan kondisi ekonomi yang lebih baik dan cerah. Oleh karena itu pemerintah kota telah menyiapkan seluruh elemen terkait pelaksanaan Makassar Recover dan elemen masyarakat untuk bersama-sama bangkit dari keterpurukan disegala bidang. Regulasi, anggaran, tenaga relawan, tenaga kesehatan, perangkat teknologi canggih telah dipersiapkan pemerintah untuk merealisasikan program ini, termasuk penyiapan alat Test GeNose untuk status kesehatan awal warga.

IMUNITAS KESEHATAN.

Jumlah masyarakat yg terpapar Covid 19 masih terus terjadi di Makassar, meskipun pemerintah pusat telah berupaya keras menghimbau masyarakat dapat melakukan vaksin, namun vaksin ini masih jadi kontroversi di sebagian masyarakat. Melakukan vaksinasi adalah upaya kesadaran mandiri untuk datang ke pusat2 vaksin, sehingga masih menyisakan orang-orang yang bersikap pro dan kontra, takut, khawatir dan tidak mau di vaksin, akibatnya membutuhkan waktu yg lama dalam memastikan status kesehatan masyarakat Makassar. Oleh karena itu melalui Makssar Recover, pemerintah kota Makassar akan melakukan upaya cepat dan tepat dengan melakukan tracing, test dan treatment Covid 19 kepada 1,5 juta penduduk makassar secara serentak hanya dalam waktu 5 hari. Karena selama ini belum ada upaya test serentak yang dilakukan pemerintah pusat ataupun kota yang dapat meng-test status Covid-19 warga masyarakat. Padahal menurut standar WHO, setiap satu orang terpapar Covid-19, harus dilakukan ditest dan tracing setidaknya 20-30 orang lain yang pernah berinteraksi dengan korban. Namun kenyataannya di Indonesia, test dan tracing hanya dilakukan pada rata-rata 3 orang keluarga inti di dalam rumah saja. Oleh karena itu penyebaran covid akan terus terjadi karena Test da Tracing yang sangat minim.

Melalui Program Makassar Recover, Test dan Tracing ini dilakukan dengan adanya petugas mendatangi warga ke rumah-rumah dengan menggunakan alat GeNose agar dengan cepat, kurang lebih 3 menit/org, status covid sesorang dapat terdeteksi. Hal ini telah di uji cobakan beberapa hari lalu di Lapangan Karebosi. Masyarakat yang masih sehat akan dianjurkan untuk segera vaksin, yang terpapar akan segera mendapatkan treatment (perawatan) termasuk test PCR lanjutan hingga pemulihan, yang penyintas (telah sembuh dari Covid) akan disupport dengan pemeliharaan kesehatan dan yg OTG akan diberi treatment untuk pemeliharaan kesehatan. Sehingga dalam waktu cepat status kesehatan seluruh masyarakat kota makassar dapat terdeteksi untuk menuju ke imunitas kesehatan kota.

Untuk program Makassar Recover Ini akan diturunkan 10.000-an tenaga relawan dan 5000-an tenaga kesehatan yanga kan mendatangi rumah-rumah warga untuk pemeriksaan kesehatan dan hasilnya akan dikirim ke pusat data yang akan menjadi Big data kesehatan warga. Selanjutnya Seluruh masyarakat Makassar akan memperoleh Q-rcode yang akan digunakan sebagai alat pendeteksi kesehatan warga saat memasuki rumah, fasilitas umum, fasilitas sosial dan fasilitas ekonomi di kota termasuk jika akan memasuki lorong di kota Makasar. Jika semua warga kota telah terdeteksi status kesehatannya maka dipastikan penyebaran covid 19 di kota Makassar akan mengalami penurunan dengan tindakan test, tracing dan treatment yang cepat, sehingga masyarakat segera pulih, sehat dan selamat dari Covid 19.

BACA JUGA:  (Opini) Rekognisi Ketidakadilan Epistemik

ADAPTASI SOSIAL

Kehidupan masyarakat entah kapan akan terlepas dari situasi Pandemi yang mengharuskan kita untuk dapat beradaptasi dengan kondisi ini. Oleh karena itu, dalam mewujudkan imunitas kota yang kuat, pemerintah hadir sebagai pengungkit, dirigen, atau konduktor untuk memimpin orchestra massa masyarakat Makassar dalam membangkitkan solidaritas sosial warga Makassar dalam mengatasi pandemi. Selain itu dibutuhkan pula sinergitas seluruh jajaran birokrasi kota dalam membawa dan mengeksekusi keputusan menjadi tindakan-tindakan nyata ditengah-tengah warga Makassar.

Solidaritas sosial warga Makassar terwujud dalam bentuk bantuan 5000-an tenaga kesehatan dan 10.000-an tenaga relawan yang akan diterjunkan dalam Program Makassar Recover. Selain itu solidaritas sosial masyarakat nampak dalam gerakan-gerakan sosial yang diinisiasi oleh figur-figur inspiratif dari berbagai pihak untuk mengatasi kesulitan warga dalam mengatasi pandemi. Oleh karena itu kerjasama seluruh tingkatan warga mulai dari RT/RW, kelurahan, kecamatan hingga tingkat birokrasi perlu diwujudkan demi pemulihan kesehatan dan pemulihan ekonomi masyarakat kota Makassar. Tanpa kerjasama semua elemen sosial, mustahil program Makassar Recover bisa dilaksanakan dengan baik. Kepedulian pemerintah kota dalam menstabilkan dan mengembalikan tatanan sosial warga Makassar yang porakporanda akibat pandemi ini, perlu dukungan, perhatian, kerelaan, pengertian dan perhatian kita bersama warga kota. Imunitas sosial warga kota Makassar dapat terwujud dengan baik jika warga memiliki kepedulian bersama demi kota Makassar tercinta.

PEMULIHAN EKONOMI

Pandemi Covid 19 telah membuat ekonomi makasaar porak poranda dari 8,5 % tahun 2019 menjadi terjun bebas ke -1,27 ditahun 2020, berarti 10,6 % penurunan. Hal ini lbh tinggi dari penurunan ekonomi nasional sebanyak 2.0 persen Sungguh sebuah angka yg belum pernah terjadi selama bebrapa dasawarsa berdirinya kota ini. Ekonomi yang minus membuat banyak usaha di Makasar kolaps, bangkrut dan tutup. Para karyawan banyak yang dirumahkan dan ini akan meninbulkan pengangguran dan penderitaan yang berkepanjangan. Daya beli masyarakat jadi rendah karena kurangnya pendapatan. Akibatnya kualitas gizi masyarakat makin menurun karena tidak mampu membeli makanan bergizi, kesehatan melemah dan dapat mengakibatkan tingginya tingkat kriminal di masyarakat. Jika hal ini terus menerus dibiarkan akan mengakibatkan meningkatnya indeks Kemiskinan warga Kota Makassar. Oleh karena itu, usaha pemerintah kota Makssar dalam memberantas Covid-19 melalui Program Makssar Recover perlu di apresiasi demi memulihkan kesehatan masyarakat dan memulihkan ekonomi kota agar semua warga jadi selamat. Baik selamat dari Covid-19, juga selamat dari keterpurukan ekonomi, sehingga dapat mencipfakan imunitas kota yang kuat.

Dalam rangka itu, Melalui Program Makassar Recover, pemerintah akan memberikan Q-rcode bagi setiap usaha. Jadi setiap warga Makasaar yang akan memasuki fasilitas ekonomi (mall, resto, cafe, toko, warung, dll), akan melakukan scan barcode melalui telepon selular masing-masing. Hal ini bertujuan untuk mengetahui Indeks Kepatuhan Usaha disetiap kecamatan. Jika setiap pengunjung di fasilitas ekonomi ini melakukan protokol kesehatan dengan baik (3M) hingga jam 18.00 sore, maka akan diberi reward dengan perpanjangan izin beroperasi hingga pukul 20.00 dan seterusnya hingga tutup pukul 22.00. Hal ini akan dinilai melalui Indeks Kepatuhan Ekonomi hari itu yang dipantau oleh petugas di setiap kantor Kecamatan. Satu petugas mengawasi 100 usaha perhari melalui layar monitor yang dipasang di kecamatan. Jadi disetiap kantor kecamatan akan dipasang beberapa TV Layar besar, untuk mengawasi pelaku ekonomi di kecamatan tersebut. Sebaliknya, jika pelaku usaha menggar Protokol Kesehatan, maka akan diberi Punishment dengan mempersingkat izin beroperasi hanya hingga pukul 18.00 sore, yang artinya tempat usaha ini tidak memenuhi Protokol kesehatan dan berpotensi menyebarkan Virus Covid-19.

Jika program ini dilaksanakan dan dipatuhi oleh pelaku ekonomi dengan baik (karena di fasilitas ekonomilah masyarakat banyak berkunjung) maka imunitas kota semakin kuat dan masyarakat kota Makassar akan semakin sehat dan sejahtera.(*As)

Comment