by

KPK Periksa Saksi Kasus NA di Polda Sulsel, Kombes Zulpan: Untuk Gali Informasi Sejauh Mana Keterlibatan Para Saksi

Nurdin Abdullah di kantor KPK (ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. KPK masih terus menyelidiki kasus dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun Anggaran 2020-2021, yang melibatkan Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah (NA).

Hari ini, Kamis (1/4/2021) KPK memanggil beberapa saksi. Adapun proses penyidikan ini digelar di Kantor Polda Sulsel, Kota Makassar.

‘FooterBanner’


Hal ini pun dibenarkan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan.

“Iya benar. Jadi statusnya masih saksi. Ada enam orang,” sebut Zulpan kepada wartawan membenarkan pemeriksaan di kantor Polda setempat, Makassar, Kamis (1/4/2021).

Mengenai teknis pemeriksaan, jelas Zulpan, dilaksanakan Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel bersama penyidik KPK terkait perkara yang melibatkan Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah.

“Ada enam Saksi yang diperiksa di Polda Sulsel untuk menggali informasi sejauh mana keterlibatan saksi-saksi tersebut,” kata Zulpan.

Ditanyakan siapa saja orang yang menjalani pemeriksaan tersebut, Zulpan tidak menyebut.

“Saya belum bisa sebutkan namanya, tapi mereka adalah pejabat-pejabat yang ada di Pemprov Sulsel. Yang memeriksa adalah KPK bekerja sama dengan Polda,” jawab Zulpan.

BACA JUGA:  Minta Rehabilitasi, Ketua LAN Sulsel: Antara Korupsi dan Narkoba Itu Sangat Rentan

Berdasarkan informasi diperoleh sebelumnya, saksi saksi yang diperiksa antara lain mantan Bupati Bulukumba AM Sukri A Sappewali, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel Rudy Djamaluddin, Plt Sekretaris Dewan DPRD Bulukumba Andi Buyung Saputra, dan Abdul Rahman dari pihak swasta, serta ajudan Gubenur Sulsel bernama Syamsul Bahri. Mereka diperiksa terkait sejumlah pembangunan proyek infrastruktur di Kabupaten Bulukumba tahun anggaran 2020-2021.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dugaan korupsi suap proyek infrastruktur di provinsi setempat masing-masing Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah, Sekertaris Dinas Prasarana Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel, Edy Rahman serta kontraktor, Agung Sucipto yang kini ditahan oleh KPK usai penangkapan pada Jumat malam, 26 Februari 2021. (Ip)

‘PostBanner’

Comment