by

Ketum MUI: Bunuh Diri dalam Kondisi Damai Itu Haram dan Bukan Kesyahidan

Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar (int)

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Usai ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) sekitar pukul 10.30 WITA, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa bunuh diri dengan membawa bom dalam kondisi atau daerah damai hukumnya haram dan bukan merupakan tindakan mencari kesyahidan.

“Tapi, merupakan salah satu bentuk tindakan keputusasaan (al-ya’su) dan mencelakakan diri sendiri (ihlak an-nafs),” ujar Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/4/2021).

‘FooterBanner’


MUI menyatakan aksi bom bunuh diri maupun serangan yang menyebabkan kerusakan maupun mengancam nyawa orang lain merupakan tindakan teror dan tidak sesuai dengan ajaran agama. Miftachul pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang menanggapi aksi teror beberapa waktu ini dan mempercayakan penyelesaian masalah kepada aparat yang berwenang.

BACA JUGA:  Didampingi Kapolri, Panglima TNI Buka Latsitarda Nusantara Ke-41

“Mengajak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dalam rangka pencegahan terkait dengan aksi-aksi kekerasan yang mengatasnamakan ideologi dan agama tertentu,” katanya.

Ketua MUI juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengarusutamakan Wasathiyatul Islam. Artinya, pemahaman agama yang berpegang pada metodologi penetapan hukum (manhajiy), dinamis (tathawwuriy), mengedepankan paham (tawassuthy).

“Sehingga, menjaga diri dari sikap ekstrem, baik dalam bentuk berlebih-lebihan menjalankan agama (ifrath) maupun meremehkan perkara agama (tafrith),” pungkasnya. (Ip)

‘PostBanner’

Comment