by

Di Kementerian Pertanian, Andi Nurhidayati Usulkan Pupuk Subsidi Dihapus, Begini Alasannya

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Andi Nurhidayati Zainuddin bersama Menteri Pertanian Ri, Syahrul Yasin Limpo

smartcitymakassar.com – Jakarta. Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Nurhidayati Zainuddin mengusulkan agar pupuk subsidi dihapuskan. Hal tersebut diungkapkan legislator Dapil Soppeng-Wajo ini saat kunjungan kerja Komisi B DPRD Sulsel di Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Selain diterima oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, rombongan Komisi B DPRD Sulsel juga berdiskusi dengan Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Muhammad Hatta.

‘FooterBanner’


“Dalam pertemuan tadi saya usulkan agar pupuk subsidi dihapuskan karena hal ini terkadang menimbulkan persoalan di masyarakat, yang harus dilakukan pemerintah adalah mendorong agar harga pupuk terjangkau untuk semua kalangan petani”, ujar Andi Nurhidayati saat dikonfirmasi Kamis malam.

Menurutnya Sekretaris Fraksi PPP DPRD Sulsel ini, disparitas harga antara pupuk subsidi dan non subsidi yang cukup besar seperti sekarang bisa saja dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab hingga pemanfaatannya tidak tepat sasaran.

BACA JUGA:  Renggut Korban Tewas 165 Orang di NTT, BMKG: Waspadai Siklon Odette

“Yang harus dilakukan pemerintah adalah mendorong agar harga pupuk terjangkau untuk semua kalangan petani. Jangan seperti sekarang, ada disparitas harga pupuk subsidi dan non subsidi yang cukup besar, dan ini bisa saja dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” jelasnya.

Wakil Ketua PPP Sulsel ini juga mengungkapkan, dengan adanya perberdaan yang cukup besar antara pupuk subsidi dan non subsidi bisa menimbulkan kecemburuan sosial di tengah-tengah masyarakat.

“Ini kondisi di lapangan, ada diimput namanya di RDKK dapat dan ada juga yang tidak dapat. Dan problem ini bisa saja menimbulkan kecemburuan di kalangan petani kita. Untuk mencukupi alokasi pupuk subsidi untu kebutuhan petani itu tidak akan mungkin di tengah keterbatasan anggaran,” jelas Ketua WPP Sulsel ini. (Tbr)

‘PostBanner’

Comment