by

Soal Bom Makassar, BIN Bantah Kecolongan

Penggeledahan rumah terduga pelaku bom Makassar (ist)

Smartcitymakassar.com – Badan Intelijen Negara (BIN) membantah pihaknya kecolongan dalam insiden bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri di depan Gereja Katedral Makassar. 

Deputi VII BIN, Wawan Purwanto, mengaku pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap jaringan JAD di Makassar sejak 2015, yang dibuktikan melalui penangkapan terduga teroris yang ikut dalam kajian di Villa Mutiara pada awal tahun ini. 

‘FooterBanner’


“BIN tidak kecolongan, karena kami sudah monitor jaringan JAD sejak 2015 di Sulawesi Selatan,” kata Wawan dalam diskusi daring, Selasa, 30 Maret 2021

Dalam pemantauan tersebut, BIN berhasil mengumpulkan sejumlah data dan menemukan adanya keterkaitan antara jaringan JAD Makassar dengan rencana aksi yang terkait dengan aksi teror di Poso, Sulawesi Tengah, oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan kedua pelaku bom bunuh diri di gereja Makassar adalah buron aparat yang pernah ikut terlibat dalam aksi pengeboman gereja di Jolo, Filipina, awal 2019.

BACA JUGA:  Bencana di NTT dan NTB, Presiden Jokowi Beri Instruksi Penanganan Segera

Wawan mengatakan, kedua pelaku bom bunuh diri bersama terduga lainnya sempat melarikan diri ke berbagai provinsi di Nusa Tenggara, Jawa hingga Sumatra. 

Selain melarikan diri, para terduga pelaku juga berupaya menyembunyikan identitas diri dengan mengubah nama, pekerjaan, dan menutup komunikasi dengan kontak dengan kerabat lainnya. 

“Sekarang (aparat) masih dalam pengejaran, terlepas mereka telah berpencar dan mencerai-beraikan diri sehingga tidak kumpul di satu tempat,” kata Wawan, tapi memberi penjelasan berapa banyak orang dalam pengejaran tersebut. 

“Jadi memang ini masih perlu kerja keras dari kita semua dengan melibatkan semua stakeholders yang ada di Indonesia, tukasnya. (Sumber: benarnews.org)

‘PostBanner’

Comment