by

KPK Konfirmasi Dugaan Aliran Sejumlah Uang Kepada Pihak Pokja PUTR Sulsel

Gudung kantor KPK (int)

Smartcitymakassar.com – Makassar. KPK kembali memanggil saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021 yang menjerat Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah (NA).

Adapun KPK, pada Rabu (24/3/2021), memeriksa A Indar (wiraswasta) sebagai saksi. A Indar dikonfirmasi soal aliran uang dalam kasus dugaan suap yang menjerat NA dan kawan-kawan.

‘FooterBanner’


“A Indar (wiraswasta) dikonfirmasi di antaranya terkait dengan dugaan aliran sejumlah uang kepada pihak pokja (kelompok kerja) di Dinas PUTR Pemprov Sulsel,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya, di Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Selain itu, KPK juga memanggil tiga saksi lainnya untuk tersangka Nurdin dan kawan-kawan, namun ketiganya tidak memenuhi panggilan.

“Tidak hadir dan mengonfirmasi melalui surat tertulis untuk dilakukan penjadwalan ulang, yaitu saksi Fery Tanriady (wiraswasta),” kata Ali Fikri.

BACA JUGA:  Lagi, Enam Terduga Teroris Ditangkap di Jawa Tengah

Sedangkan dua saksi masing-masing wiraswasta John Theodore, dan PNS/Kabag Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Bulukumba, Sulsel Rudy Ramlan tidak hadir dan tidak memberikan konfirmasi.

“KPK mengingatkan untuk kooperatif hadir sebagaimana surat panggilan tim penyidik KPK yang akan segera dikirimkan,” tegas Ali Fikri.

Sebagai informasi, selain NA, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Edy Rahmat (ER) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel atau orang kepercayaan Nurdin dan Agung Sucipto (AS) selaku kontraktor/Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB). (Ip)

‘PostBanner’

Comment