by

Setelah Hattrick Tertinggi ke 3 Persentase Kemiskinannya, Medsos Dihebohkan Warga Luwu Utara Ditandu Jalan Kaki Demi Berobat

Foto: Screenshot video warga Dusun Pulao Lutra yang di tandu berobat

Smartcitymakassar.com – Lutra. Setelah mengukir sejarah sejak berdirinya Kabupaten Luwu Utara 3 kali berturut turut atau ‘hattrick’ (tahun 2018, 2019 dan 2020) tertinggi ke 3 di Sulsel persentase kemiskinannya, kali ini menjadi viral di media sosial hingga diberitakan media media nasional sebuah video tentang kondisi salah satu warga Dusun Pulao, Desa, Desa Sassa, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Video yang diunggah salah satu nitizen Chenzu Rampul Gerozi, pada Rabu (17/3/2021), sekitar pukul 17.34 WITA di akun Facebook nya, bercerita tentang salah satu warga terpaksa ditandu menggunakan sarung dan bambu hingga keluar dusun untuk berobat ke Puskesmas Baebunta.

‘FooterBanner’


“Sampai kapan masyarakat Desa Sassa (Dusun Pulao) seperti ini? Semenjak Indonesia merdeka, kampung ini tidak pernah merasakan akses jalan yang bagus, dan ini terjadi bukan hanya 1 atau 2 kali saja, memikul pasien yang sudah tidak mampu mengendarai sepeda motor,” tulis Chenzu di akun Facebook.

“Bagaimana tanggapan Pemerintah Luwu Utara melihat pasien yang ditandu selama beberapa jam untuk mendapatkan perawatan,” sambung Chenzu menulis.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2982892498703235&id=100009475426509

Berdasarkan video tersebut, terlihat juga kondisi jalan yang berbatu yang cukup sulit untuk dilalui kendaraan roda empat. Bahkan motor yang melintasi jalan tersebut juga harus ekstra hati-hati, mengingat medan dengan kondisi seperti itu cukup sulit dijangkau.

Tanggapan Pemda Luwu Utara

Menanggapi viral nya video tersebut, pihak Pemda Lutra melalui Kepala Puskesmas Baebunta Hairul Muslimin mengatakan, warga yang ditandu tersebut adalah Irawati. Warga tersebut harus mendapat perawatan medis.

BACA JUGA:  Abdul Hayat Pimpin Rakor Pengawasan Intern Pengawasan Tingkat Provinsi Sulsel

“Sebenarnya bidan kami yang bertugas di sana sudah memberikan penanganan awal, dan sudah berkoordinasi dengan kami di Puskesmas bahwa pasien akan dibawa dan dirawat di Puskesmas Bebunta,” kata Hairul kepada awak media saat dikonfirmasi, Sabtu (20/3/2021).

Menurut Hairul, pihaknya juga mengirim ambulans untuk menjemput pasien yang ditandu, meski jalan yang dilalui tidak memungkinkan untuk sampai di Dusun Pulao.

Bahkan Bupati Lutra, Indah Putri Indriani juga merespon video ini melalui fanpage Facebook nya.

“Baru pulang dari Dusun Pulao, Desa Sassa, Kecamatan Baebunta gaess….Merespon dan mengapresiasi atensi luar biasa dari netizen,” tulis Bupati Indah sambil mengunggah video kedatangannya ke Dusun Pulao naik motor, pada Sabtu (20/3/2021)

https://www.facebook.com/watch/?v=1575581482831982

Hingga Minggu pagi Bupati Indah kembali mengunggah foto foto saat berada Dusun Pulao melalui fanpage Facebook nya.

“Pagi…Foto kemarin, saat kunjungan ke Dusun Pulao, Desa Sassa, Kecamatan Baebunta. Akses terdekat ke dusun ini melalui jembatan gantung. Kalau mau jalan alternatif juga bisa. Tapi memutar lebih jauh dan hanya dapat dilalui mobil truk dan mobil double handle,” tulis Indah sambil mengunggah foto foto kedatangannya ke Dusun Pulao naik motor, pada Sabtu (20/3/2021). (Ip)

‘PostBanner’

Comment