by

Usai Telusuri Dugaan Aliran Uang dari NA ke Berbagai Pihak, KPK Hari Ini Periksa Harta NA

Gedung KPK

Smartcitymakassar.com – Makassar. Usai KPK memanggil 2 saksi baru dan memeriksa Kiki Suryani (karyawan swasta) dan Virna Ria Zalda (mangkir), pada Rabu (17/3/2021), guna penelusuran dugaan aliran sejumlah uang dari Gubernur non aktif Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) ke berbagai pihak, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, Jumat (19/3/2021) mendalami sumber harta kekayaan yang diperoleh NA. Setelah tertangkap terkait dugaan suap dan gratifikasi.

“Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan tersangka NA dan kawan-kawan dalam kapasitasnya masing-masing sebagai tersangka,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada awak media, Jumat, (19/3/2021).

‘FooterBanner’


Menurut Fikri Ali, dalam pemeriksaan ini tim penyidik mendalami tugas jabatan NA selaku Gubernur Sulsel, dan Edy Rahmat selaku Sekretaris Dinas PUTR. Selain itu, tim penyidik juga mendalami harta kekayaan NA dan Edy selaku penyelenggara negara.

“Untuk tersangka NA (Nurdin Abdullah) dan ER (Edy Rahmat) dikonfirmasi masing-masing antara lain mengenai tugas jabatannya dan kepemilikan harta kekayaan selaku penyelenggara negara,” kata Fikri Ali.

BACA JUGA:  WPSM Siapkan Paket Buka Puasa dan Promo Nginap

Sedangkan terhadap Agung Sucipto, penyidik mendalami soal kegiatannya sebagai kontraktor di Sulsel.

“Sedangkan tersangka AS (Agung Sucipto) dikonfirmasi terkait dengan kegiatan usaha yang bersangkutan sebagai salah satu kontraktor di Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya, KPK telah menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif, Nurdin Abdullah sebagai tersangka atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021. Selain Nurdin, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya. Keduanya yakni, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat (ER), selaku pihak yang diduga sebagai perantara suap sekaligus orang kepercayaan Nurdin Abdullah dan seorang kontraktor, Agung Sucipto (AS) selaku pemberi suap. (Ip)

‘PostBanner’

Comment