by

KPK Dalami Adanya Perintah Nurdin Abdullah untuk Memenangkan Kontraktor dalam Lelang Proyek

Nurdin Abdullah usai diperiksa di KPK

Smartcitymakassar.com – Makassar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pendalaman terkait kasus suap yang menjerat Gubernur nonaktif Sulsel, Nurdin Abdullah.

Diduga Nurdin Abdullah mengarahkan bahkan memerintahkan anak buahnya untuk memenangkan kontraktor tertentu dalam lelang proyek di Sulsel. Salah satunya, dalam lelang proyek jalan ruas Palampang-Munte-Botolempangan yang dimenangkan PT Cahaya Seppang Bulukumba. Perintah khusus itu disampaikan Nurdin Abdullah melalui Sekretaris Dinas PUTR Pemprov Sulsel, Edy Rahmat.

‘FooterBanner’


Dugaan adanya perintah Nurdin Abdullah untuk memenangkan kontraktor tertentu dalam proyek jalan itu didalami penyidik Komisi anti rasuah ini saat memeriksa lima PNS Pemprov Sulsel di Mapolda Sulsel pada Sabtu (13/3/2021). Lima PNS yang diperiksa penyidik, yakni Samsuriadi; Herman Parudani; Andi Salmiati; Munandar Naim; dan Abdul Muin.

BACA JUGA:  Launching Polri TV-Radio, Kapolri: Agar Lebih Dekat dan Memberi Edukasi Masyarakat

“Melalui pengetahuan para saksi tersebut, Tim Penyidik KPK terus mendalami antara lain terkait dengan lelang pekerjaan proyek jalan ruas Palampang- Munte-Botolempangan yang diduga ada perintah khusus oleh Tersangka NA (Nurdin Abdullah) melalui Tersangka ER (Edy Rahmat) agar memenangkan kontraktor tertentu,” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri melalui keterangan tertulisnya, Minggu (14/3/2021).

Kelima PNS Pemprov Sulsel itu diperiksa penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021. Keterangan mereka untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Nurdin Abdullah. (Ip)

‘PostBanner’

Comment