by

Di Rakorwil Partai Gelora Indonesia, Danny Cerita Bahasa Kebaikan dalam Politik

Keterangan: Wali Kota Makassar, Ramdhan “Danny” Pomanto, menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai Gelora Indonesia di Sandeq Ballroom, Minggu (7/3/21) / foto: ist.

Smartcitymakassar.com, Makassar. Wali Kota Makassar, Ramdhan “Danny” Pomanto, menjadi pembicara pada kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai Gelora Indonesia di Sandeq Ballroom, Minggu (7/3/21).

Di hadapan para kader yang hadir, Danny berbagi cerita mengenai pengalaman karir politiknya.

‘FooterBanner’


Sebagai pembuka ia menyebut kemenangannya pada pilkada baru-baru ini tidak terlepas dari perjuangan salah satu partai baru itu.

“Kemenangan Danny-Fatma tidak terlepas juga dari perjuangan Partai Gelora ini. Dari sini kita lihat kecerdasan melihat potensi kemenangan. Sebenarnya, saya orang yang cukup awam berpolitik. Namun, saya juga tidak mau terjebak dengan politik. Karena, politik itu sudah menjadi bagian luar biasa dalam kehidupan saya,” ucapnya.

Danny ungkap, bahasa politik tertinggi yaitu bahasa kebaikan. Pedoman ilmu politik yang dipelajarinya yakni bahasa kebaikan. Karena menurutnya, bahasa kebaikan inilah yang membuat Danny Pomanto masih dicintai rakyat Makassar.

“Tidak gampang setelah kotak kosong menang, dua tahun ini kosong dan kita kembali dipilih oleh masyarakat. Ini sebuah keajaiban dari yang saya sebut tadi yaitu bahasa kebaikan. Dengar dan bantu secara ikhlas rakyat ta’, inilah balasan dari perjuangan yang didasarkan keikhlasan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Investasi dan Ekspor Masih Jadi Skala Prioritas Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

Dia pun tak memungkiri kecerdasan dan kedewasaan warganya dalam pilkada 2020 lalu. Dengan kecerdasan ini, ia berkesempatan untuk membangun Makassar yang lebih baik seperti visi-misi yang ia sudah komitmenkan.

Di hadapan para kader Partai Gelora Indonesia, Danny berpesan, jika ingin sukses berpolitik jangan menjadi sombong. Berpedoman kepada Alquran.

iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin. Kalau kita pahami ini makna maka rasa sombong tidak akan ada lagi dari hati kita. Intinya kita harus berkuasa dengan berkuasa kita bisa menjaga hak-hak rakyat,” tutupnya.** (ib)

‘PostBanner’

Comment