by

Polemik Aset Jalan Metro Tanjung Bunga yang Akan Diambilalih Pemprov Sulsel, Ini Penjelasannya

Foto: Ground breaking pengerjaan Konstruksi Pedesterian Trotoar Jalan Metro Tanjung Bunga, pada Sabtu (24/10/2020) oleh Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah

Smartcitymakassar.com – Makassar. Diketahui, aset Jalan Metro Tanjung Bunga bakal diambilalih Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel). Anggaran Rp 210 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan Pedesterian Trotoar Jalan Metro Tanjung Bunga tahap kedua pun berpotensi dialihkan.

Adapun rencana pengalihan aset Metro Tanjung Bunga sudah dibahas secara resmi sebelumnya, melalui pertemuan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar dan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Sulsel, tepat sehari sebelum pelantikan Wali Kota Makassar terpilih, Danny Pomanto.

‘FooterBanner’


Selaku Kepala Dinas PUTR Sulsel, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin telah mengusulkan kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah untuk meningkatkan status Metro Tanjung Bunga menjadi jalan provinsi.

“Saya sudah usulkan ke Gubernur supaya beliau bersedia menerima peningkatan status Jalan Metro Tanjung Bunga menjadi jalan provinsi, karena ujung jalan itu koneksi dengan jalan provinsi,” kata Rudy, Kamis (25/2/2021).

Menurut Prof Rudy, jika aset Jalan Metro Tanjung Bunga sudah dialihkan, maka anggaran jalur pedestrian tahap II senilai Rp 210 miliar yang dialokasikan Pemkot Makassar di APBD 2021 bakal dialihkan untuk kegiatan lain.

“Anggaran itu tidak ada masalah tinggal kita alihkan untuk kegiatan lain. Tentu jika provinsi mengambilalih, maka msnjadi kewajiban kita untuk memelihara. Jadi kalau ada yang rusak itu tanggung jawab pemprov,” kata Prof Rudy.

Sementara itu, Kepala Seksi Bangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Kota Makassar, Darlis mengatakan rencana pengambialihan Jalan Metro Tanjung Bunga ke Pemprov Sulsel telah melalui proses pembahasan resmi.

“Jadi kedua dinas sudah bertemu kemarin (Selasa, 23 Februari). Itu untuk bahas proses pelepasan lahan,” kata Darlis.

Menurut Darlis, banyak pihak yang terlibat dari proses tersebut. Termasuk pelibatan tim hukum. Pertemuan resmi tersebut juga atas undangan Pemprov Sulsel.

“Jadi semua masih berproses,” jelas Darlis.

Tanggapan Wali Kota Makassar

Pengalihan status Jalan Metro Tanjung Bunga ke jalan provinsi tidak direstui Wali Kota Makassar Danny Pomanto. Dianggap melanggar Undang-undang. Ia pun berencana mengambil kembali jalan Kota Makassar tersebut.

“Penyerahan Jalan Metro ke provinsi tidak jadi, tanya Prof Ilmar itu melanggar. Kami tarik kembali tidak sesuai UU yang berlaku,” kata Danny, Selasa (2/3/2021).

Tanggapan DPRD Makassar

Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo mengatakan pengalihan status Jalan Metro Tanjung Bunga dari kota ke provinsi sebagai pelanggaran undang-undang.

BACA JUGA:  Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Penduduk Lutra Semakin Memburuk di Tahun 2020, Ini Datanya

“Jelas itu adalah pelanggaran undang-undang karena tidak pernah sekalipun dibahas di DPRD, harusnya kan dibahas jika ingin dialihkan,” ujar Rudianto Lallo di Makassar, Jumat (5/3/2021).

Rudianto mengatakan, pengalihan status kepemilikan atau pengelolaan jalan sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah seharusnya dibahas di DPRD sebagai mitra Pemerintah Kota Makassar

Rudianto mengungkapkan, Jalan Metro Tanjung Bunga merupakan aset milik Pemkot Makassar yang baru saja diserahkan oleh pengembang PT GMTD.

“Harusnya lapor dulu dong ke DPRD, kan ada aturannya itu. Tidak bisa seperti itu, langsung dialihkan ke provinsi. Yang namanya aset, jika ingin dialihkan ke provinsi atau kemanapun, harus lapor dan persetujuan DPRD,” katanya.

Lebih lanjut Rudianto mengatakan, selama ini mantan Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin tidak pernah membangun komunikasi apalagi melaporkan terkait pengalihan aset yang menjadi jalan tingkat kota tersebut.

“Pak Pj Wali Kota tidak pernah bangun komunikasi dengan DPRD. Yang ada, kami semua di DPRD tahunya itu melalui berita, aturan pemerintahan tidak seperti itu, harusnya kan lapor ke kami dan bahas sama-sama,” tegas Rudianto.

Proyek Pedesterian Trotoar Jalan Metro Tanjung Bunga Tahap Pertama

Proses pengerjaan Konstruksi Pedesterian Trotoar Jalan Metro Tanjung Bunga dimulai pada Sabtu (24/10/2020) hal ini ditandai dengan Ground breaking atau peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Pengerjaan fase pertama akan dikerjakan selama 70 hari oleh PT Nindya Karya (Persero) dengan pagu anggaran tahap satu sebesar Rp127 miliar.

“Alhamdulillah hari ini kita melakukan Ground Breaking dimulainya pembangunan pelebaran serta pedestrian jalan Metro Tanjung Bunga yang merupakan kolaborasi Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar yang dikerjakan PT. Nindya Karya dimana untuk fase 1 akan dikerjakan dalam waktu 70 hari,” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin mengatakan, Jalan Metro Tanjung Bunga diharapkan menjadi landmark baru Makassar dan Sulsel dengan lebar jalan 50 meter, panjang 6 kilometer, fasilitas pedestrian dan jalur sepeda dengan lebar 6,6 m, jalur hijau 2 m, jalur lambat 4,8 m, jalur hijau 1 m, jalan utama 9,6 m dan jalur hijau 2 m. (Ip)

‘PostBanner’

Comment