by

Terungkap Beberapa Persoalan, Apakah Pembongkaran Stadion Matoanging Terlalu Buru-buru Dilakukan?

Terungkap Beberapa Persoalan, Apakah Pembongkaran Stadion Matoanging Terlalu Buru-buru Dilakukan?

Smartcitymakassar.com – Makassar. DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menyerahkan sepenuhnya penyelesaian polemik kelanjutan revitalisasi pembangunan Stadion Mattoangin kepada Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

“Soal Stadion Mattoangin diserahkan kepada Plt Gubernur, kita berharap ada komunikasi dengan Pemerintah Kota Makassar, dalam hal ini Wali Kota supaya dibicarakan baik-baik,” ujar Anggota Komisi E membidangi Kesra, Irfan AB di sela rapat evaluasi OPD, di Makassar, Rabu (3/3/2021).

‘FooterBanner’


Seperti yang diketahui, soal anggaran dari penjelasan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemprov Sulsel, Andi Irwan Azis menyebut anggaran yang sudah digunakan tahun 2020 sebanyak Rp14 miliar termasuk biaya pembongkaran stadion lama. Sementara, tahun 2021 dianggarkan Rp30 miliar untuk biaya lelang manajemen konstruksi diambil dari APBD. Sedangkan pembangunan fisik senilai Rp1,1 triliun berasal dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kendati demikian dana pinjaman tersebut belum ada di rekening kas daerah.

Irfan pun mengatakan bahwa anggaran fisik Stadion Mattoangin memang belum tersedia.

“Kalau dari penjelasan tadi, anggaran fisik belum tersedia yang Rp1 triliun itu. Walaupun sudah dialokasikan anggarannya tapi belum tersedia, ” kata Irfan.

Menurut Irfan, hal ini patut menjadi bahan pertimbangan, jangan sampai proyek itu dilaksanakan tanpa anggaran yang tersedia, sehingga bisa jadi akan menimbulkan persoalan baru, termasuk proyek tersebut mangkrak dan sebagainya. Sehingga, lanjut Irfan, banyak hal harus dipikirkan, seperti stadion yang sudah dibongkar, padahal Mattoangin punya nilai sejarah serta nilai historis apalagi dikaitkan dengan para pencinta juga suporter bola dalam hal ini PSM (Persatuan Sepak bola Makassar).

Tidak hanya itu anggaran APBD yang diambil dari awal proyek tersebut cukup besar, di tahun 2020 sudah Rp14 miliar kemudian di tahun 2021 dianggarkan lagi untuk manajemen konstruksinya sampai Rp30 miliar. Namun belakangan kandas, sebab terungkap proyek ini terkendala belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota. IMB yang dikeluarkan hanya untuk pembangunan stadion di Barombong.

Kadispora Sulsel Andi Irwan Azis, saat rapat evaluasi itu, mengakui proyek tersebut jalan di masa jabatan Pejabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin (Kepala Dinas PUTR Sulsel). Ia berdalih, semua terkait teknis dan analisisnya sudah seusai. Bahkan seluruh dokumen perencanaan telah rampung termasuk Analisis Dampak Lingkungan Lalu lintas (Amdal Lalin) dari Dinas Perhubungan Kota Makassar.

“Sudah ada surat untuk permohonan IMB-nya, tapi belum dikeluarkan, dokumen-dokumennya sudah siap. Kami masih berfikir positif dan optimis, namun bukan kewenangan kami, memutuskan dilanjut atau tidak. Sebab, pelaksana tugas gubernur dan BAKD yang punya kewenangan, ” kata Andi Irwan dalam rapat.

Sementara Kepala Bidang Pembendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel Salehuddin pada rapat tersebut membenarkan, sampai saat ini anggaran proyek fisik pembangunan Stadion Mattoangin senilai Rp1,1 triliun belum ada di kas daerah.

Sebagai informasi, sebelumnya Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menegaskan tidak akan mengeluarkan IMB revitalisasi pembangunan stadion karena terindikasi bermasalah. Begitupun ijin Amdal Lalin yang sudah dikeluarkan akan ditarik kembali atau tidak diberlakukan karena hasil analisisnya tidak benar.

BACA JUGA:  Danny Ingatkan, Pengelola Mall yang Abaikan Prokes Bisa Berujung Pencabutan Izin

“Lokasi Stadion Mattoanging itu berada di pusat kota dan Amdal Lalin menjadi prioritas utama karena jika stadion itu jadi, bagaimana nanti dampaknya terhadap arus lalu lintas. Saya akan evaluasi kembali. Ini perintah. Saya tidak mau ada sesuatu, melanggar hukum di Makassar. Saya faham betul, apalagi mengenai Amdal Lalinnya,” tegas Danny Pomanto.

Kilas Balik Proyek Stadion Matoanging

Pemprov Sulsel menghentikan pembangunan Stadion Internasional Barombong, Makassar. Langkah ini diambil Pemprov Sulsel akibat masalah tanah tempat berdirinya stadion itu.

“Tanahnya belum milik kita, apa yang mau dilanjutkan? Cukup yang ada kita jaga sambil menunggu penyerahan. Jadi, kalau penyerahan ke Pemprov cepat, kita percepat, tidak perlu menunggu waktu menyelesaikan,” ujar Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat meninjau Stadion Barombong, Jumat (5/7/2019).

Selain itu, Pemprov Sulsel akan melakukan audit terhadap Stadion Barombong. NA meminta masyarakat Sulsel bersabar. Pemprov Sulsel telah bekerja sama dengan beberapa instansi untuk menyelesaikan masalah Stadion Barombong.

“Kita tidak turun sendiri, kita bersama Kejaksaan Tinggi, DPR, KPK, saya ingin sampaikan ke masyarakat bersabar, kita ingin ada solusi, kita butuh GMTD menyerahkan segera ke Pemprov lahan yang ada di atas stadion ini. Kalau lahan ini sudah diserahkan, berarti tanggung jawab Pemprov untuk menyelesaikan stadion ini biar lebih cepat digunakan masyarakat,” kata NA.

NA kembali menyinggung stadion Barombong usai Pilkada 2020 lalu.

“Misalnya Stadion Barombong. Setelah kita kaji ada lahan milik GMTD di kawasan itu. Kalau kita lanjutkan, ada masalah alas hak dan masih dalam proses perundingan,” bebernya, Kamis, (17/12/2020).

Hingga akhirnya setelah melalui perdebatan dengan pihak YOSS, akhirnya stadion Matoanging diputuskan dibangun. Dimana anggaran yang sudah digunakan tahun 2020 sebanyak Rp14 miliar termasuk biaya pembongkaran stadion lama. Sementara, tahun 2021 dianggarkan Rp30 miliar untuk biaya lelang manajemen konstruksi diambil dari APBD.

Terungkap Persoalannya

Olehnya, yang menjadi persoalan telah terungkap berdasarkan keterangan anggota Dewan Irfan AB, Dispora) Pemprov Sulsel Andi Irwan Azis, dan Kepala Bidang Pembendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel Salehuddin, yang sama sama mengatakan bahwa anggaran Rp 1 Triliun hingga 1,1 Trilliun anggaran belum ada dan masih mengharapkan anggaran dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemerintah pusat.

Tak hanya itu, masalah perizinan juga ternyata masih belum keluar. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menegaskan tidak akan mengeluarkan IMB revitalisasi pembangunan stadion karena terindikasi bermasalah. Begitupun ijin Amdal Lalin yang sudah dikeluarkan akan ditarik kembali atau tidak diberlakukan karena hasil analisisnya tidak benar.

Jika melihat dari persoalan persoalan diatas, kemungkinan stadion Matoanging akan mangkrak. Padahal pembongkaran stadion lama telah dilakukan, dan ini tentunya menjadi persoalan tersendiri bagi PSM Makassar dan warga Makassar para pecinta sepak bola khususnya PSM Makassar.

Pertanyaannya, apakah pembongkaran stadion Matoanging terlalu buru buru dilakukan? (Ip)

‘PostBanner’

Comment