by

Mulai Diperiksa KPK, Ini Pasal yang Disangkakan buat Nurdin Abdullah

Nurdin Abdullah di KPK

Smartcitymakassar.com – Makassar. Kelanjutan kasus OTT di Sulsel pada Sabtu (27/2/2021) dini hari, dimana 3 orang ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (28/2/2021) dini hari yakni Agung Sucipto/AS (kontraktor), Edy Rahmat/ER (Sekretaris Dinas PU Provinsi Sulsel) dan Nurdin Abdullah/NA (Gubernur Sulsel), pada hari ini, Jumat (5/3/2021) memeriksa tersangka Gubernur Sulsel nonaktif, NA dan tersangka lainnya.

Pemeriksaan dilakukan dalam penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

‘FooterBanner’


“Hari ini, tim penyidik KPK memeriksa tersangka NA dan kawan-kawan. Para tersangka diperiksa dalam kapasitas saling menjadi saksi,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Sebagai informasi, adapun NA sebelumnya diduga menerima total Rp5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp2 miliar yang diserahkan melalui Edy dari Agung. Selain itu, NA juga diduga menerima uang dari kontraktor lain di antaranya pada akhir 2020 NA menerima uang sebesar Rp200 juta, pertengahan Februari 2021 NA melalui ajudan-nya bernama Samsul Bahri menerima uang Rp1 miliar, dan awal Februari 2021 NA melalui Samsul Bahri menerima uang Rp2,2 miliar.

BACA JUGA:  LBH Pangkep Luncurkan Layanan Konsultasi Hukum secara Gratis untuk Masyarakat Kurang Mampu

Atas perbuatannya, NA dan Edy sebagai penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara sebagai pemberi, Agung disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK juga telah menemukan uang dengan total sekitar Rp3,5 miliar dengan rincian Rp1,4 miliar, 10 ribu dolar AS, dan 190 ribu dolar Singapura. Penemuan uang tersebut setelah tim penyidik KPK menggeledah empat lokasi di Sulsel pada Senin (1/3/2021) sampai Selasa (2/3/2021), yaitu rumah jabatan Gubernur Sulsel, rumah dinas Sekdis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel, Kantor Dinas PUTR, dan rumah pribadi tersangka Nurdin.

Berikut pasal yang disangkakan NA dan Edy:

‘PostBanner’

Comment