by

Ramai di Medsos Soal Operasi Tangkap Tidur NA, Plt Jubir KPK: Dia Tidak Tidur

Plt Jubir Bicara KPK, Ali Fikri

Smartcitymakassar.com – Makassar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap saat penjemputan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah (NA) oleh tim penyidik di rumah jabatan Gubernur Sulsel (27/2/2012) tengah malam. Plt Jubir Bicara KPK, Ali Fikri menilai NA sempat tidak bersikap kooperatif.

“Ketika dilakukan penangkapan juga yang bersangkutan sedang ada di rumah, tim juga di sana cukup lama, kemudian kami menilai tidak kooperatif,” kata Plt Jur Bicara KPK, Ali Fikri, dalam siaran langsung yang ditayangkan dalam program salah satu situs berita nasional, Rabu (3/3/2021).

‘FooterBanner’


Setelah tim KPK sudah cukup lama menunggu, kata Ali Fikri, namun NA tak kunjung keluar untuk menemui. Ia menyebut NA ataupun keluarga sudah tahu ada tim KPK di sana.

” Dari informasi yang kami terima, tim sudah datang di tempat itu, sudah cukup lama menunggu tapi kemudian tidak keluar juga,” jelas Ali Fikri.

“Dan mereka berkumpul di sebuah kamar, tidak hanya sendiri, tapi ada keluarganya juga, kalau dikatakan lagi tidur, ya saya kira tidak juga, karena sudah lama, tahu ada tim. Bahkan informasinya sudah cukup lama menunggu,” sambung Ali Fikri.

BACA JUGA:  Sate Sianida dan Malapetaka Pernikahan Siri Berujung Maut

Selanjutnya, Ali Fikri menegaskan penangkapan terhadap NA merupakan rangkaian dari operasi tangkap tangan. Sebab tersangka lain, termasuk pemberi suap pun sudah ditangkap.

“Kami menduga dan kami punya keyakinan dengan bukti yang cukup bahwa ketiganya sudah intensif melakukan komunikasi. Oleh karena itu, kami tegaskan bahwa kami memiliki barang bukti cukup menetapkan mereka sebagai tersangka,” jelas Ali Fikri.

Sebelumnya, juru bicara (jubir) Gubernur Sulsel Veronica Moniaga, membantah kabar bahwa Nurdin terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Vero menyebut Nurdin dijemput tim KPK saat sedang beristirahat di Rumah Jabatan.

“Mengenai informasi yang beredar di media bahwa Bapak Gubernur Nurdin Abdullah terkena operasi tangkap tangan, itu tidak benar, karena Bapak saat itu sedang istirahat,” ujar Vero dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (27/2/2021).

Tak hanya itu, nitizen pun menyuarakan di media sosial soal kejanggalan penangkapan atau yang mereka istilahkan operasi tangkap tidur. (Ip)

‘PostBanner’

Comment