by

NA Terseret Kasus Korupsi Disebut Coreng Nama Sulsel, Ini Tuntutan Aksi LPPSS dan Germak

NA Terseret Kasus Korupsi Diaebut Coreng Nama Sulsel, Ini Tuntutan Aksi LPPSS dan Germak

Smartcitymakassar.com – Makassar. Pasca tersangkanya Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah (NA) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu (28/2/2021) dini hari, menimbulkan pro dan kontra khususnya di masyarakat Sulsel.

Menurut dua lembaga di Sulsel, praktik korupsi itu telah mencoreng nama baik provinsi ini. Apalagi kasus itu adalah kali pertama Gubernur Sulsel terjerat kasus hukum.

‘FooterBanner’


Hal ini dinyatakan oleh Lembaga Pemantau Pembangunan Sulawesi Selatan (LPPSS) dan Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi Indonesia (Germak).

Adapun pernyataan sikap dua lembaga ini disampaikan saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Rabu (03/03/2021).

“Meski pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia bukan perkara gampang, tapi terbukti adanya OTT yang baru saja terjadi dan menyeret bapak Gubernur Sulawesi Selatan. Dan sangat kami sayangkan karena telah mencoreng nama baik warga Sulawesi Selatan,” tulis LPPSS dan Germak dalam pernyataan sikapnya.

BACA JUGA:  Gelar Webinar Pendidikan, OSIS-MPK SMP Islam Athirah 1 Makassar Hadirkan Dokter dan Mahasiswa Berprestasi

Dalam aksinya, Jenderal Lapangan, Maslim pun mendesak Polda dan Kejaksaan Tinggi Sulsel, serta KPK untuk intens menyelidiki empat proyek pembangunan di Sulsel, yakni pertama, pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa di Makassar, yang menelan anggaran kurang lebih Rp10.200.092.896. Dikerjakan PT Sahabat Karya Sejati.

“Proyek yang dikerjakan Pemprov Sulsel ini kami duga terindikasi terjadi praktek korupsi. Kejahatan yang luar biasa atau extraordinary criem pemerintahan,” sahut Maslim.

Kedua, rehabilitasi Pemeliharaan Bantarang dan Tanggul Pantai Sumpang Binangae di Kabupaten Barru. Pemprov Sulsel disebut telah menggelontorkan anggaran sebanyak Rp38.562.000.000. Yang dikerjakan PT Karya Mandiri.

Ketiga, pembangunan RPH modern oleh CV Diva. Dengan anggaran kurang lebih Rp8.500.000.000.

Keempat, pembangunan trotoar pedistrian di Jalan Metro Tanjung Bunga. Dikerjakan PT Nindya Karya (Persero), yang memakan anggaran sebesar Rp90.586.000.242. (Ip)

‘PostBanner’

Comment