by

Belajar Aplikasi Manajemen, Mahasiswa ITB Kalla Turun Langsung Pengabdian Masyarakat

Belajar Aplikasi Manajemen, Mahasiswa ITB Kalla Turun Langsung Pengabdian Masyarakat

Smartcitymakassar.com – Makassar. Meski masih di tengah pandemi, mahasiswa semester 1 yang tergabung pada mata kuliah Pengantar Manajemen melaksanakan pengabdian masyarakat.Mahasiswa dari tiga program studi yaitu kewirausahaan, manajemen retail dan system informasi ini bersama dengan sivitas akademika ITB Kalla menyambangi Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), Makassar, Jumat (26/2).

Dipilihnya YKAKI sebagai tempat pengabdian adalah bertepatan pula dengan momen Februari sebagai bulan peringatan Hari Kanker Internasional dan Hari Kanker Anak Sedunia. Kehadiran ITB Kalla membawa pesan kemanusiaan melalui kegiatan bakti sosial dan juga edukasi nilai-nilai kewirausahaan dalam bentuk dongeng di hadapan anak-anak penderita kanker.

‘FooterBanner’


Andi Tenri Pada, dosen ITB Kalla mengungkapkan bahwa berlangsungnya kegiatan tersebut adalah bentuk dari proyek akhir mahasiswa untuk mata kuliahnya sebagai tantangan dan evaluasi kepada mereka untuk mempelajari manajemen secara lebih nyata.

“85 persen keberlangsungan kegiatan ini didukung penuh oleh mahasiswa mulai dari tahap perencanaan, pra kegiatan, dan pelaksanaan. Mereka terlibat aktif mengkomunikasikan dan mengelola sumber daya ITB Kalla. Hal tersebut sesuai dengan capaian pembelajaran mata kuliah pengantar manajemen itu sendiri, belajar mengaktualisasikan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan hingga pengawasan. Dengan melibatkan mahasiswa, mereka juga dapat terlibat aktif dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi”. Ungkap dosen muda yang sekaligus menjabat sebagai ketua LPPM ITB Kalla ini.

“Disamping itu, kegiatan ini juga sebagai wujud pelaksanaan salah satu nilai Kalla yaitu Aktif Bersama, dimana setiap Insan Kalla saling berkolaborasi dalam kegiatan-kegiatan yang berdampak pada masyarakat”. Tambahnya

Keluarga besar YKAKI Makassar disambut hangat utamanya oleh anak-anak penderita kanker dan orang tuanya. Rata-rata mereka berasal dari luar daerah dan menjalani pengobatan kanker ini sampai tahunan.

Pengurus YKAKI Makassar, Nurul (43 tahun) mengungkapkan rasa syukurnya atas kedatangan rombongan ITB Kalla di tempatnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan apresiasi yang dilakukan oleh ITB Kalla melalui kegiatan ini. Meski di tengah pandemi dan berbagai bencana alam yang melanda tidak membatasi gerak teman-teman untuk berbagi dengan adik-adik. Tentu mereka sangat senang dikunjungi, apalagi setelah mereka menjalani pengobatan kemoterapi yang menguras fisik dan psikologi mereka. Dengan kegiatan bermain, diajak komunikasi hingga tadi ada kegiatan mendongeng tentu saja mereka akan merasa terdukung”. Ungkap Nurul.

Ilma, Mahasiswa Manajemen Retail mengungkapkan kegiatan bakti sosial semacam ini sangat mendukung pengetahuannya utamanya tentang manajemen.

“ Pada hari H, saya ditunjuk sebagai MC acara. Tentu saya harus mempraktikkan kemampuan komunikasi dengan baik tidak hanya secara resmi namun juga berkomunikasi informal karena kita berhadapan dengan anak-anak. Teman-teman lain juga ada yang terlibat sebagai pendamping saat bermain hand painting, membaca ayat suci Alquran, berperan sebagai tim dokumentasi dan kami juga sebelumnya bertugas untuk berbelanja kebutuhan yang akan dibawa pada kegiatan baksos dari dana donasi yang ada”. Ungkapnya.

BACA JUGA:  Webinar Startup AtoZ IndigoHub Makassar: Ini Kunci Sukses Agar Produk Lebih Unggul

Fajar Yogi dan Irsyad, mahasiswa prodi kewirausahaan juga mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini harus terus berlanjut.

“Seru sekali, saya pertama kali ikut kegiatan seperti ini dan sangat tersentuh melihat perjuangan adik-adik. Mereka fighter dari kecil, membayangkan kami ada di posisi mereka belum tentu dapat sekuat itu. Di kegiatan ini, saya dipercaya untuk bagian divisi logistic dan perlengkapan. Meskipun sekedar mengganti papan mana Yayasan atau mempersiapkan barang yang akan dibawa, tetapi ini pelajaran yang berharga”. Ungkap mereka saat diwawancara di sela – sela kegiatan.

A. Fauziah Yahya, Ka.Prodi Kewirausahaan mengungkapkan apresiasinya terhadap berlangsungnya kegiatan ini.

“Kegiatan ini tentu sangat baik, tugas prodi sebagai penanggung jawab akademik adalah mengakomodir dan mengintegrasikan setiap project mahasiswa di dalam maupun di luar kampus sejalan dengan visi misi dan strategi ITB Kalla. Jika sesuai untuk pengembangan softskill, maka wajib dilanjutkan tidak hanya di satu mata kuliah ini namun juga pada mata kuliah-mata kuliah lain”. Tegasnya.

Semester ini, mahasiswa angkatan pertama ITB Kalla selain melakukan kegiatan pengabdian masyarakat sebelumnya juga telah diajak untuk kunjungan industri di anak perusahaan Kalla Group. Hal ini tentu menjadi ekosistem yang positif bagi setiap mahasiswa yang memutuskan kuliah di Institusi yang berada di naungan Yayasan Hadji Kalla. Tidak semata teori namun juga praktik. Tentu karena masih dalam situasi pandemi kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat.

ITB Kalla menerapkan model belajar kombinasi daring dan luring bagi 60an mahasiswanya. Pada pembelajaran yang membutuhkan tatap muka, dilakukan di ruang terbuka dengan memperhatikan physical distancing. Dosen dan tenaga kependidikan pun secara rutin diikutkan pada tes rapid antigen di bawah kordinasi Yayasan atau Kalla Group.

Guna mendukung pembelajaran online, mahasiswa juga mendapatkan fasilitas kuota data tersendiri dari kampus yang diterima setiap bulan aktif pembelajaran. (Hd)

Comment