by

Mitra Driver Gojek Cetuskan Lahirnya Komunitas Emergency Tanggap Bencana (ETB)

Keterangan Foto: Mitra Driver Gojek Cetuskan Lahirnya Komunitas Emergency Tanggap Bencana (ETB)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Bencana banjir di Kalimantan Selatan tidak hanya menjadi duka bagi para korban, tetapi juga duka bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, banjir ini merupakan banjir terparah di Kalimantan Selatan sepanjang 50 tahun terakhir dan membuat ratusan ribu warga harus diungsikan ke wilayah yang lebih aman.

Dalam proses evakuasi, terdapat dua sosok yang bisa dikatakan sebagai pahlawan, beliau adalah Hendra dan Hamidi, mitra driver Gojek yang kemudian menerima Driver Jempolan dari Gojek. Meski turut menjadi korban bencana banjir, mereka tetap gigih dan siaga membantu orang-orang di sekitarnya.

‘FooterBanner’


Hendra bercerita, ketika air yang menggenangi rumahnya masih setinggi betis orang dewasa, Hendra rela rumahnya dijadikan dapur umum. “Saya tak masalah rumah berantakan karena digunakan untuk memasak porsi besar, yang terpenting orang-orang sekitar saya tetap bisa makan,” tutur Hendra.

Namun, mengingat hujan tak kunjung berhenti membuat air terus naik, alhasil Hendra dan keluarga serta korban banjir yang mengungsi di rumahnya harus kembali diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Pertemuan dengan Hamidi Cetuskan Lahirnya Komunitas Emergency Tanggap Bencana (ETB)

Awal pertemuan Hendra dengan Hamidi bermula saat Hendra dalam perjalanan mengevakuasi korban banjir, ia bertemu dengan Hamidi yang juga merupakan sesama mitra driver Gojek. Dalam perjalanan tersebut, Hendra mendengar kisah Hamidi yang juga menjadikan rumahnya sebagai tempat pengungsian sementara. Ketulusan dan inisiatifnya menolong sesama ini membuat Hendra merasa ia memiliki kesamaan visi dan misi oleh Hamidi sehingga membentuk komunitas Emergency Tanggap Bencana (ETB) yang telah diikuti oleh 27 mitra driver Gojek lainnya.

BACA JUGA:  Begini Harapan Penggiat Budaya dari Kemendikbud di Hari Jadi Bone ke-691

“Bagi saya, membantu sesama bukan soal materi, melainkan panggilan hati,” tutur Hamidi.

Kini, Hamidi yang tinggal bersama istri dan 2 orang anak rela berbagi ruang dengan 25 orang dewasa dan 2 balita yang mengungsi di rumahnya yang berukuran 6×13 meter persegi. Tidak hanya rela berbagi ruang dengan para korban banjir, Hamidi dan istrinya bahkan secara sukarela menggunakan uang tabungan keluarga untuk membeli beras dan mie instan. Hal ini dilakukan sembari menunggu bantuan dari pihak luar.

Salah satu bantuan yang diterima oleh Hendra dan Hamidi adalah bantuan langsung dari Gojek melalui Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB), berupa kebutuhan primer seperti mie instan, air mineral kemasan dan paket kebutuhan harian lainnya seperti selimut, terpal dan tikar.

Aksi menolong sesama ini, lanjut Hendra dan Hamidi, tak hanya selesai dengan memberikan bantuan saat banjir masih menggenangi rumah korban, melainkan akan membantu membersihkan rumah para korban banjir.

Anandita Danaatmadja selaku VP Regional Strategy Gojek Indonesia Timur memberikan apresiasi serta gelar Driver Jempolan atas aksi yang dilakukan Hendra dan Hamidi yang telah membantu korban banjir dan menjadi inspirator untuk membantu sesama.

“Kami tersentuh dan berterima kasih kepada para mitra driver Gojek yang berjiwa sosial tinggi dan memiliki inisiatif untuk membantu sesama tanpa pamrih. Sikap terpuji ini mewakili sikap segenap mitra driver Gojek, yang juga menjadi motivasi kami untuk terus menciptakan dampak sosial baik bagi ekosistem Gojek maupun masyarakat luas,” ungkap Anandita**(Jen)

‘PostBanner’

Comment