by

ITB Kalla Terapkan Model LGD Sebagai Evaluasi Pembelajaran: Mahasiswa Ketagihan

ITB Kalla Terapkan Model LGD Sebagai Evaluasi Pembelajaran: Mahasiswa Ketagihan

Smartcitymakassar.com – Makassar. Leaderless Group Discussion (LGD) merupakan bagian dari strategi pembelajaran kooperatif yang menekankan kerja kelompok untuk diskusi. Caranya melalui bertukar informasi bersama teman kelompok, pendapat, dan pengalaman dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat tentang permasalahan atau topik yang sedang dikaji. Konsep ini sudah sangat umum digunakan dalam assessment dunia kerja, seleksi beasiswa maupun membedah kasus pada program MBA sekolah-sekolah bisnis terkemuka di dunia.

Program Studi Kewirausahaan ITB Kalla baru-baru ini mengaplikasikan model LGD sebagai materi ujian akhir mahasiswa pada mata kuliah Leadership & Management Practice. Mata kuliah ini adalah mata kuliah khas program studi semester 3 (tiga). Sebanyak 8 orang mahasiswa terdaftar memprogram mata kuliah tersebut.

‘FooterBanner’


Dosen Pengampu Mata Kuliah, Andi Tenri Pada M.Sc menjelaskan bahwa tujuan penerapan model LGD ini adalah sebagai evaluasi secara holistic pengetahuan dan skill dasar yang perlu dimiliki oleh mahasiswa.

“Di kampus, mahasiswa sebenarnya telah terbiasa diskusi dan mengkaji kasus secara berkelompok. Memang metode tersebut dapat meningkatkan pemahaman namun tidak cukup untuk mengembangkan skill. Dengan LGD yang intens mahasiswa semakin terasah untuk berani perform, adaptasi, penyelesaian masalah, analisis, interpretasi, interaksi, kerjasama, mengarahkan hingga mengambil keputusan”. Ungkap dosen muda yang juga sekaligus ketua LPPM ITB Kalla tersebut.

BACA JUGA:  Beredar Isu NA akan Bebas dan Balik ke Makassar, Ini Kata KPK

Mahasiswa terbukti sangat antusias, terbukti mereka sangat menikmati LGD dari awal hingga proses refleksi/evaluasi.bahkan meminta agar LGD lebih sering digunakan di kelas

“Kami merasa metode ini sangat sesuai bagi kami, karena dengan kasus yang diberikan kami dapat menggali berbagai sudut pandang mulai dari keuangan, SDM, budaya organisasi, visi misi dan target yang ingin dicapai. Kami menyelesaikannya secara serius tapi tetap santai”. Ungkap Rifqi, mahasiswa prodi kewirausahaan.

Lilis, mahasiswa penerima beasiswa Kalla juga berpandangan metode ini dapat membantu dia untuk lebih berani mengasah kemampuan komunikasi.

“Kami sudah sering diskusi sebelumnya, tapi kali ini untuk menyelesaikan satu kasus saja kami harus menggunakan semua ilmu yang pernah didapatkan dari semester 1. Kami punya pendapat berbeda-beda, tapi disini tidak ada yang memimpin. Jadi kami semua harus mengemukakan pendapat dan berinisiatif”. Tegasnya.

ITB Kalla sebagai kampus bisnis terdepan di Kota Makassar terus memutakhirkan berbagai metode pengajaran terbaru yang sesuai dengan keinginan milenial. Semua itu untuk menjawab kebutuhan mahasiswa yang ingin belajar teknologi dan bisnis melalui berbagai cara yang menyenangkan. (Hd)

‘PostBanner’

Comment