by

Dana Hibah Pariwisata Ditarik Kembali ke Pusat, PHRI; Kami Butuh Dana Itu

Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga.(As)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Dana hibah yang diperuntukkan oleh para pelaku usaha dan karyawan yang terdampak pandemi Covid-19 di Kota Makassar kembali di tarik oleh pemerintah pusat.

Sekitar Rp. 48.8 miliar dana yang dicairkan pada tahun lalu kembali ditarik oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) karena Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar belum merealisasi dana tersebut dengan alasan administrasi.

‘FooterBanner’


Namun segala upaya dilakukan kembali oleh Pemkot Makassar dan para pelaku usaha untuk mendapatkan kembali dana hiba tersebut.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Anggiat Sinaga menjelaskan, saat ini pihaknya dan Pemkot Makassar masih berupaya agar Kemenpar bisa mencairkan dana tersebut.

“Kami (PHRI dan Pemkot) terus berupaya agar dana hibah ini bisa lagi dicairkan kembali, kami sudah bertemu dengan pak menteri. Cuma mereka juga harus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan”, jelas Anggiat melalui via WhatsApp. Minggu (21/2/2021).

BACA JUGA:  26 Februari, Gubernur Lantik 11 Kepala Daerah di Sulsel Secara Hybrid

Selain itu, lanjut Manager Hotel Claro itu, sejauh ini belum juga ada jadwal yang diberikan oleh pemerintah pusat dalam pencarian dana hibah itu. Namun, Anggiat menjelaskan jika masih akan berusaha bertemu dengan pihak Kemenpar.

Pasalnya, dimana diketahui jika dana tersebut sangat penting bagi para pelaku usaha sampai karyawannya dalam tetap bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.

“Kan pertemuan sebelumnya baru 1 kali, kita masih berusaha untuk menemui pak menteri, cuma belum dapat jadwalnya”, tutup dia.

Sekedar diketahui pula, akibat dana hibah yang tidak pernah direalisasi, Kepala Dinas Pariwisata di copot dari jabatannya oleh Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin. Dirinya beralasan jika Kadis Pariwisata tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik.(As)

‘PostBanner’

Comment