by

BPS Sebut Pengangguran Salah Satu Faktor Tingkat Kemiskinan, Lutra Malah Rumahkan Honorer

Ilustrasi guru honorer

Smartcitymakassar.com – Makassar. Penduduk miskin di Sulawesi Selatan (Sulsel) bertambah 40 ribu orang lebih pada September 2020 dari periode September 2019 lalu. Hingga saat ini, tercatat penduduk miskin di Sulsel mencapai 800 ribu orang lebih. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Yos Rusdiansyah melalui siaran pers yang berlangsung secara virtual melalui aplikasi YouTube, Senin (15/2/2021) mengatakan, persentase penduduk miskin di Sulsel adalah sebesar 8,99 persen, naik 0,43 poin dari periode September 2019 lalu.

Yos menjelaskan adapun faktor yang dinilai terkait dengan tingkat kemiskinan diantaranya, pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi tahun 2020 lalu, pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga pada produk dometik bruto (PDB) yang juga terkontraksi, serta tingkat pengangguran meningkat.

‘FooterBanner’


Selanjutnya, jika dilihat dari disparitas kemiskinan perkotaan dan pedesaan, persentase jumlah penduduk miskin di pedesaan dua digit dan hampir tiga kali lipat dari persentase penduduk miskin di kota.

BACA JUGA:  Begini Kronologi OTT KPK Gubernur Nurdin Abdullah

Terkait dengan faktor pengangguran yang menyebabkan kemiskinan meningkat, adapun Kabupaten Luwu Utara (Lutra) berdasarkan data BPS, diketahui pada Tahun 2018 (13,69%) dan 2019 (13,60%) merupakan Kabupaten peringkat ke tiga di Sulsel tertinggi persentase kemiskinannya. Sementara pada tahun 2020 diketahui berada diangka 13,41%.

Masih tingginya persentase kemiskinan di Lutra tak mempengaruhui kebijakan pemerintah setempat untuk merumahkan ratusan tenaga non ASN /honorer sejak Desember 2020 lalu.

Adapun alasan dari pihak Pemda Lutra merumahkan tenaga non ASN, ingin mengevaluasi kembali karena kelebihan tenaga non ASN tersebut.

Meski hingga saat ini belum ada kejelasan tentang tenaga honorer tersebut, hal ini tentunya berdampak pada terciptanya pengangguran. (Ip)

‘PostBanner’

Comment