by

Pj Wali Kota Bakal Lelang Jabatan, Azwar: Itu Tidak Penting

Ilustrasi lelang jabatan

Smartcitymakassar.com – Makassar. Diakhir – akhir masa jabatan prof Rudy Djamaluddin sebagai Pj Wali Kota Makassar, ia membuka lelang jabatan eselon II.

Rudy Djamaluddin beralasan, jabatan di lingkup pemerintahan tidak boleh dibiarkan terlalu lama kosong karena akan berpengaruh kepada fungsi pelayanan terhadap masyarakat.

‘FooterBanner’


Namun, anggota Dewan Perwakilan Rakat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Azwar malah menentang lelang jabatan yang dilakukan Pj Wali Kota Makassar.

Menurut anggota Komisi A itu, kebijakan yang dilakukan oleh Rudy Djamaluddin merupakan hal yang tidak penting. Pasalnya, menurut Azwar, masa jabatan Pj Wali Kota sisah menghitung hari.

“Apa yang dia mau lelang jabatan!. Masa kepemimpinannya kan sisa menghitung hari, lagian dia cuma sebagai PJ yang ditunjuk membantu proses pemerintahan hingga ada Walikota depenitif”, jelas Azwar saat dihubungi oleh awak media. Jumat (5/2/2021).

Azwar menambahkan, harus Pj Wali Kota Makassar tahu diri dan tidak membuat kegaduhan dan merugikan warga Kota Makassar.

“Kalau dia lelang jabatan tentu ada anggaran yang dikeluarkan untuk proses lelang. Kedua, jika pejabat yang terpilih dari lelang yg dilakukan Rudy lantas yg memerintah nanti bukan Rudy”, terang dia.

BACA JUGA:  Nurul Hidayat Minta PD Parkir Edukasi Jukir, Ini Alasannya

“Jadinya kan bisa tidak chemestri antara pejabatnya dan Wali Kotanya, tentu akan berpengaruh ke kinerja yang ujung-ujungnya akan merugikan masyarakat,” tambah Azwar.

Maka dari itu, Azwar meminta agar, Pj Wali Kota Makassar ini seharusnya bijak sebelum mengambil kebijakan tersebut.

“Saya sebagai warga Kota Makassar dan Anggota dewan dari komisi A menolak keras lelang jabatan tersebut dan meminta agar pimpinan DPRD kiranya dapat melakukan langkah-langkah taktis, untuk melakukan penghengtian lelang jabatan tersebut”, tegas Azwar.

Sekedar diketahui, lelang jabatan yang dimaksud ditegaskan dalam surat pengumuman nomor: 03/PANSEL-JPTP/II/2021 tentang seleksi promosi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemkot Makassar, ada 8 jabatan yang dilelang.

Yakni, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar.

Kemudian, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Kepala Dinas Penataan Ruang (DPR) Kota Makassar, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, serta Sekretaris DPRD Makassar.(As)

‘PostBanner’

Comment