by

Dampak Teknologi Kepada Anak-Anak di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Kata Pengamat

Pengamat Sosial dari Universitas Megarezki (Unimerz) Makassar, Dr H. Syamsunie Carsel HR M.Pd.(ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Pandemi Covid-19 ditanah air bukan hanya berdampak pada ekonomi dan kesehatan, tapi juga sangat berdampak pada sosial budaya. Salah satunya, sosial budaya dikalangan anak – anak sekolah.

Sebagai genarasi penerus bangsa, orang tua dan pemerintah harus menjaga para generasi ini untuk melahirkan sosok yang bisa melanjutkan negara Indonesia. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 yang saat ini masih cukup tinggi di tanah air.

‘FooterBanner’


Akibat, para anak sekolah harus belajar dengan menggunakan teknologi (Hp) demi mendapat ilmu sebagai bekal dimasa depan mereka.

Pertanyaannya, Bagaimana dampak teknologi ini terhadap anak – anak ?

Pengamat Sosial dari Universitas Megarezki (Unimerz) Makassar, Dr H. Syamsunie Carsel HR M.Pd menjelaskan, dampak yang akan dilahirkan akibat teknlogi ini akan sangat besar terhadap perkembangan sosial anak. Maka dari itu, pengawasan orang tua dan pemerintah tidak boleh lepas.

“Harus diakui bahwa teknologi (HP) memiliki dampak yang sangat besar terhadap perkembangan sosial anak. Karena, anak-anak sekarang ini sangat jauh berbeda dengan anak-anak dulu, terkhsusus dalam aspek sosialisasi diri. Anak-anak dulu sangat mudah sosialisasi diri sedangkan anak anak sekarang kurang”, jelas Carsel saat dikonfirmasi via WhatsApp. Jum’at (29/1/2021)

BACA JUGA:  Organizing Your Speech, Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Belajar Public Speaking Bersama Binus University

Selain berdampak terhadap kurangnya sosialisasi diri anak itu sendiri, lanjut Carsel, juga berdampak terhadap etika dan moralitas anak. Apalagi, saat pandemi Covid-19 anak – anak tertuntut akan penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar.

“Disinalah orangtua dan pemerintah dalam mengantisipasi dampak sosial dan budaya serta psikologi dan kesehatan anak terhadap penggunaan HP tersbut. Karena penggunaan teknologi tanpa pengawasan orangtua dan pemerintah, maka anak akan mengalami sydrom reifikasi (kurang sosialisasi diri”, ungkap dia.

“Dan ingat, dalam penggunaan teknologi berlebihan kepada anak, apalagi tanpa pengawasan yang signifikan, itu akan berdampak sampai kedepannya”, tambah Carsel.

Maka dari itu, Carsel berharap agar peran pemerintah harus selektif terhadap konten – konten yang dapat diakses oleh anak anak.(As)

‘PostBanner’

Comment