by

Awali Semester Genap, Guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga Worskhop AKM

Awali Semester Genap, Guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga Worskhop AKM

Smartcitymakassar.com – Makassar. Awal semester genap tahun pelajaran 2020-2021, guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga meningkatkan kompetensi dengan mengikuti workshop Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Kegiatan ini dilaksanakan sebelum proses pembelajaran daring yang direncanakan akan dimulai pada Senin (11/1/2021) mendatang.

Workshop digelar secara virtual melalui zoom meeting, Selasa (5/1/2021). Hadir mengikuti kegiatan diantaranya Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga M Ridwan Karim SPd MPd, wakasek kurikulum Dr Bakry MSi, wakasek kesiswaan Abdul Azis SPd MPd, guru mata pelajaran, guru bimbingan konseling (BK).

‘FooterBanner’


Dalam workshop tersebut, Wakil Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Dr Bakry MSi menyampaikan materi berjudul “Asesmen Nasional dan Penguatan PBM Semester Genap”. Ia menyampaikan, saat ini para guru menghadapi tantangan berupa pandemi covid-19 dan era disrupsi. Pandemi covid-19 mendorong banyak perubahan dengan cepat. Antara lain pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. “Sekolah-sekolah di seluruh dunia harus cepat beradaptasi dengan sistem digital untuk memfalisitasi pembelajaran jarak jauh,” ungkap Bakry.

Pihaknya berujar, guru perlu menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan di masa depan. Apalagi saat ini Indonesia mengalami bonus demografi, dimana jumlah penduduk produktif lebih banyak ketimbang penduduk non produktif. Keterampilan yang paling dibutuhkan saat ini dalam dunia kerja, kata Bakry, posisi teratas adalah penyelesaian masalah (problem solving), kerja tim (team working), komunikasi (communication), berpikir secara kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), literasi (literacy), literasi digital (digital literacy), kepemimpinan (leadership), bahasa asing (foreign language), dan kecerdasan emosional (emotional intelligence).

BACA JUGA:  21 Personel BPBD Makassar Bawa Bantuan Logistik Dan Evakuasi Korban Gempa Sulbar

Ihwal asesmen nasional, Bakry menyampaikan 3 poin yaitu asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur dalam AKM yaitu literasi dan numerasi. “Literasi, ujar Bakry, yaitu bukan kemampuan membaca, namun kemampuan memahami konsep bacaan. Adapun numerasi, yaitu bukanlah kemampuan menghitung. Tetapi kemampuan mengaplikasikan konsep hitung berhitung dalam suatu konteks yang abstrak atau yang nyata,” sebut alumni program doktor salah satu perguruan tinggi di Malaysia ini.

Perihal karakter, SDM yang unggul merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. “Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kebhinnekaan global, kreatif, dan bergotong royong,” tulisnya dalam materi power point.

Menurutnya, guru profesional adalah guru yang anggun, unggul, dan cerdas. “Bekerja dengan ikhlas, antusias, cerdas, saksama, dan akurat berdasarkan kompetensi terbaik dengan amanah dan penuh tanggung jawab serta komitmen tinggi untuk menghasilkan karya terbaik,” terangnya.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Setelah itu, peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok tersebut kemudian berdiskusi. (Hd)

‘PostBanner’

Comment