by

Rencana Sekolah Tatap Muka di Makassar, Komisi D: Sebaiknya Pemkot Punya Kesiapan

Ketua komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir

Smartcitymakassar.com – Makassar. Ketua komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bisa kembali mengkaji ulang mengenai rencana belajar tatap muka di Kota Makassar

Pasalnya, Wahab menilai bahwa dengan dibelakukannya belajar tatap muka di Kota Daeng ini bisa memunculkan klaster baru Covid-19.

‘FooterBanner’


“Soal sekolah offline ini perlu dikaji ulang, Pemkot tidak bisa memberikan kebebasan untuk bersekolah karena jika muncul klaster baru, itu dampaknya ke pemerintah”, jelas Wahab kepada awak media. Senin (4/1/2021).

Walaupun saat ini para pelajar merindukan sekolah tatap muka. Untuk itu, demi keselamatan, lanjut legislator partai Golkar Makassar itu, kita lebih baik antisipasi.

Maka dari itu, Wahab meminta kepada semua stakeholder untuk duduk bersama mencari jalan yang ideal mengenai persoalan belajar tatap muka ini.

BACA JUGA:  Gojek Melalui YABB Salurkan Lebih 10 Ton Paket Bantuan untuk Korban Banjir Kalimantan Selatan

“Pihak IDI, Satgas Covid-19 dan jajaran pemerintah Kota bisa duduk bersama melakukan kajian bagaimana idealnya”, harapnya.

Namun, jika Pemkot tetap memberi kebijakan untuk sekolah tatap muka, kata Wahab, Komisi D menyarankan untuk bersama-sama membuat Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Misalnya, melakukan swab kepada guru-guru dan siswanya, kemudian ruangan belajar yang dulunya berisi 23 orang mungkin bisa setengahnya dalam 1 ruangan dan serta metode belajarnya yang juga di pikirkan”, kata Wahab.

Terpenting, Wahab menegaskan bahwa jika Pemkot Makassar ingin melakukan tindakan lebih jauh, maka harus punya kesiapan.

“Tidak boleh lagi seperti kemarin, ini juga perpanjangan jam malam sebaiknya duduk bersama lagi untuk dikaji kembali. Karena himbauan kemarin tidak terlalu dipatuhi”, tutur Wahab.(As)

‘PostBanner’

Comment