by

Hasil Pilpres AS Disertifikasi, Biden Dipastikan Jadi Presiden

Hasil Pilpres AS Disertifikasi, Biden Dipastikan Jadi Presiden

Smartcitymakassar.com – Sebanyak 538 elektor yang pada Senin (14/12) secara resmi berkumpul di negara bagian masing-masing, memberikan Joe Biden lebih dari 270 suara elektoral yang dibutuhkan untuk mengesahkan kemenangannya dalam pemilihan presiden Amerika.

Dengan empat suara terakhir dari negara bagian Hawaii, yang terakhir kali dihitung, Biden meraih 306 suara elektoral, dibanding 232 yang diraih Presiden Donald Trump. Hasil itu jauh melampaui ambang batas yang diperlukan untuk memenangkan kursi kepresidenan.

‘FooterBanner’


Dalam kancah politik Amerika, Biden telah menjadi tokoh utama Partai Demokrat selama hampir setengah abad. Keberhasilan Biden meraih suara elektoral lebih banyak akan menjadikan Trump sebagai presiden kelima Amerika dalam sejarah 244 tahun negara ini yang kalah ketika bertarung untuk meraih masa jabatan kedua.

Dilansir dari VOA, Pertemuan dan sertifikasi hasil suara elektoral biasanya merupakan formalitas rutin dalam kalender pilpres Amerika. Namun, sejak pilpres pada 3 November, Trump telah berulangkali mengklaim – tanpa bukti yang kredibel – bahwa pilpres di beberapa negara bagian utama di mana ia kalah, telah diwarnai kecurangan.

Lebih dari 50 gugatan hukum Trump dan sekutu-sekutunya terhadap perolehan suara di negara-negara bagian utama dinyatakan gugur.

Biasanya semua suara elektoral di setiap negara bagian dicatat untuk pemenang suara terbanyak di negara bagian itu, meskipun di dua negara bagian – Nebraska dan Maine – membagi suara berdasarkan distrik Kongres mereka. Tahun ini Biden mengambil satu elektor tambahan di Nebraska ketika kalah di negara bagian itu. Trump melakukan hal yang sama di Maine.

Banyak elektor di seluruh Amerika adalah para pejabat partai politik atau pemimpin masyarakat madani yang berjanji untuk memberikan suara di negara bagian mereka bagi Biden atau Trump. Dua elektor bagi Partai Demokrat untuk Biden di negara bagian New York adalah mantan menteri luar negeri Hillary Clinton, yang kalah dalam pilpres 2016, dan suaminya, mantan presiden Bill Clinton.

Reaksi Trump

Presiden Trump masih bersikukuh menentang kemenangan Biden. Pada Minggu (13/12), dia mencuit di Twitter “negara-negara bagian utama yang menemukan PENIPUAN SUARA, yang hampir semuanya, SECARA HUKUM TIDAK DAPAT MENSERTIFIKASI suara-suara ini sebagai suara yang lengkap dan benar tanpa melakukan kejahatan yang dapat dihukum berat.”

Trump mencuit ulang (retweet) cuitannya sendiri pada Senin (14/12) pagi, ketika pertemuan para elektor dimulai.

Para elektor ini sering bertemu di gedung-gedung DPR di negara bagian, tetapi seiring memuncaknya ketegangan pada Senin (14/12), sebagian pertemuan elektor dilakukan di lokasi yang dirahasiakan. Para pejabat di setidaknya dua negara bagian memberikan perlindungan bagi para elektor ketika mereka tiba.

Biden Sampaikan Pidato

Ketika pertemuan dan sertifikasi suara elektoral ini selesai, Joe Biden, Senin (14/12) malam, menyampaikan pidato kepada rakyat Amerika.

BACA JUGA:  Ini Alasan DPRD Kota Makassar Terapkan WFH

Biden memenangkan suara terbanyak dengan lebih dari tujuh juta suara, tetapi anggota-anggota elektoral menentukan hasil pilpres Amerika.

Sebagian besar negara bagian dengan jumlah penduduk terbanyak memegang peranan kunci, sementara tiap-tiap dari 50 negara bagian memiliki jumlah elektor yang sama sebagai senator yang akan mewakili mereka di Kongres. Ibu kota Washington, yang tidak memiliki perwakilan suara di Kongres, memiliki tiga elektor. Ini jumlah yang sama dengan tujuh negara bagian terkecil di Amerika.

Negara bagian California, yang dengan mudah dimenangkan Biden, memiliki jumlah elektor terbesar yaitu 55 suara. Disusul Texas dengan 38 suara, yang dengan mudah dimenangkan Trump dan New York dengan 29 suara yang dimenangkan Biden.

Di negara bagian Michigan, para elektor Partai Demokrat mendapat pengawalan polisi ketika turun dari mobil mereka menuju ke State Capitol, yang telah ditutup untuk mencegah kehadiran demonstran pro-Trump yang bersenjata dan berencana berdemonstrasi menentang kemenangan Biden di negara bagian utama itu.

Di negara bagian Arizona, di mana Biden menjadi calon presiden pertama dari Partai Demokrat yang menang sejak 1996, para pejabat negara bagian itu menggelar pertemuan dan pemungutan suara di sebuah lokasi yang dirahasiakan demi alasan keamanan. Hal itu untuk menghindari apa yang diperkirakan akan menjadi dengar pendapat sengit tentang integritas pemilu, yang dilakukan Partai Republik di badan legislatif negara bagian itu.

Di Delaware, pertemuan dipindahkan ke sebuah pusat olahraga kampus, lokasi yang diperkirakan memiliki keamanan lebih baik.

Penghitungan Resmi Oleh Kongres

Setelah seluruh suara elektoral diselesaikan, satu langkah yang tersisa adalah perhitungan suara pilpres di Kongres.

Pada 6 Januari nanti Senat dan DPR akan melangsungkan sidang paripurna untuk secara resmi menghitung suara elektoral yang telah disertifikasi pada Senin (14/12).

Sekutu-sekutu Trump di DPR, yang dipimpin anggota Kongres dari negara bagian Alabama, Mo Brooks, mengatakan mereka akan mempertanyakan hasil suara di lima negara bagian, yaitu Arizona, Pennsylvania, Nevada, Georgia dan Wisconsin. Mereka menilai telah terjadi kecurangan yang luas di kelima negara bagian itu.

Namun, sebelum debat di Kongres itu berlangsung, seorang senator harus ikut mempertanyakan hasil itu. Sejauh ini belum ada satu orang pun yang mengatakan akan melakukannya.

Jika tidak ada protes yang disampaikan, Wakil Presiden Mike Pence – yang akan memimpin pertemuan bersama Kongres – akan menyatakan bahwa Trump dan dirinya kalah dalam upaya memenangkan masa jabatan kedua mereka.

Biden akan dilantik di anak tangga gedung Kongres pada 20 Januari 2021 sebagai presiden ke-46 Amerika. Ia akan menjadi presiden tertua yang pernah terpilih di Amerika, yaitu 78 tahun. (Aan/Voa)

‘PostBanner’

Comment