by

Rizieq Shihab Serahkan Diri Pada Polisi Atas Dugaan Pelanggaran Protokol Covid-19

Rizieq Shihab

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shibab menyerahkan diri kepada pihak berwenang pada hari Sabtu (12/12) setelah dia dituduh melanggar protokol Covid-19 karena mengadakan acara dengan kerumunan massa.

Dilansir dari VOA, Sabtu (12/12), melaporkan Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya sehari setelah polisi memberi peringatan akan menangkapnya karena diabaikannya beberapa panggilan.

‘FooterBanner’


Mengenakan jubah putih, sorban dan masker, Rizieq mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak pernah melarikan diri atau bersembunyi dari polisi.

“Atas izin Allah, saya bisa datang ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya menjelang pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pada konferensi pers, Jumat (12/12), bahwa Rizieq dituduh mengabaikan langkah-langkah dalam mengekang penyebaran Covid-19 melalui penghelatan acara peringatan ulang tahun Nabi Muhammad dan pernikahan putrinya pada bulan lalu. Kedua acara tersebut menarik ribuan pendukungnya untuk hadir.

Yusri mengatakan Rizieq bisa menghadapi ancaman hukuman enam tahun penjara jika terbukti bersalah dalam menghasut orang untuk melanggar peraturan protokol kesehatan di tengah wabah dan menghalangi penegakan hukum.

BACA JUGA:  Kodim 1707 Merauke Gelar Serbuan Vaksinasi untuk Masyarakat

Kehadiran Shihab di beberapa acara di Jakarta dan Jawa Barat menarik banyak orang untuk hadir, dan tidak menjaga jarak sosial dan banyak yang tidak mengenakan masker.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Pertemuan itu berlangsung kurang dari seminggu setelah kedatangannya dari pengasingan selama tiga tahun di Arab Saudi.

Rizieq meninggalkan Indonesia pada 2017 untuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah tak lama setelah polisi mendakwanya dalam kasus pornografi dan menghina ideologi resmi negara. Polisi membatalkan kedua dakwaan tersebut setahun kemudian karena bukti yang lemah, tetapi pihak berwenang di Arab Saudi telah melarangnya meninggalkan negara itu tanpa penjelasan.

Indonesia mencatat lebih dari 600 ribu kasus virus corona, terbesar di Asia Tenggara dan kedua di Asia setelah India dengan 9,8 juta kasus. (Aan/Voa)

Comment