by

Hadapi Era New Normal dan Teknologi Informasi 4.0, LPPM Unhas Gelar Pelatihan UKM Perempuan

Keterangan Foto: LPPM Unhas Gelar Pelatihan UKM Perempuan di Kelurahan Tamalanrea bertajuk, “Penggunaan Aplikasi Fintech dalam Pengembangan Usaha dan Daya Saing pada UKM Perempuan Home Industry di Kelurahan Tamalanrea kota Makassar”

Smartcitymakassar.com – Makassar. Saat krisis ekonomi melanda negeri ini, banyak perusahaan yang berskala besar kolaps hingga gulung tikar. Untung saja ada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mampu survive dan menyelamatkan perekonomian Indonesia. Bahkan peran UKM memberikan konstribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Memasuki era teknologi informasi yang penuh dengan tantangan dan persaingan yang kompetitif ditandai dengan revolusi industri 4.0. Mau tidak mau, UKM harus mengubah bisnis model konvensional menuju modern.

‘FooterBanner’


Menyadari peran UKM dalam perekonomian Indonesia dan memasuki era teknologi informasi 4.0, Kemenkop UKM dan Kominfo mencanangkan 100.000 UMKM berbasis digital serentak di 30 kota se-Indonesia.

Gayung bersambut, Pemkot Makassar hadirkan program mendirikan 1 unit UKM di setiap kelurahan di kota Makassar. Seperti UKM Perempuan di setiap RT dalam lingkup RW kelurahan Tamalanrea. Usaha tersebut beskala usaha rumah tangga (home industry) dan usaha kecil dengan pegawai 1-19 orang, serta usaha menengah dengan pegawai 20-99 orang (Dinas Koperasi, 2013).

Jumlah UMK di Makassar yang terdaftar sekitar 800 UKM dan terbukti mampu bertahan saat krisis ekonomi terjadi. Ketika pandemi Covid-19 melanda, UKM merupakan salah satu usaha yang berdampak sangat signifikan terhadap situasi ini, dimana pola berpikir konsumsi masyarakat yang berubah dengan adanyanya stay at home di era new normal.

Pemakaian teknologi informasi (IT) dalam memasarkan produk UKM telah berhasil dikembangkan oleh sejumlah negara seperti Cina, Jepang, dan India. Bahkan, Konfederasi Industri India atau Confederation of Indian Industry (CII) merilis hasil survei bahwa peranan teknologi informasi (IT) merubah peruntungan segmen UKM di India.

Menurut hasil survei tersebut, penggunaan IT di kalangan UKM telah menghasilkan peningkatan pendapatan yakni 78% dari responden (Vitz, 2012). Sementara Cina menerapkan IT sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing penjualan produk UKM (Kotler, 2012).

BACA JUGA:  Antisipasi Cuaca Buruk di Kota Makassar, Rudy Djamaluddin Instruksikan Titik-Titik Pengungsian

Untuk mempersiapkan dan memanfaatkan teknologi informasi (IT) di era 4.0 yang akan dihadapi UKM Perempuan di kelurahan Tamalanrea maka, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas melalui Pengabdian kepada Masyarakat Unhas-Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PKM) menggelar pelatihan kepada 30 orang pelaku UKM Perempuan Home Industry tingkat RW sekelurahan Tamalanrea dengan metode: ceramah, studi kasus, dan game simulasi bisnis.

Bertindak sebagai Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unhas dengan skim PPMU-PKM adalah Dr. Hj. Jumidah Maming, SE., M.Si, kemudian anggotanya adalah: Dr. Abdul Razak Munir, SE., M.Si., M.Mktg, Dr. Nuraeni Kadir, SE., M.Si, Prof. Dr. Hj. Dian AS. Parawansa, M.Si., Ph.D, Dra. Hj. Andi Reni, M.Si., Ph.D, Dr. Fauziah, SE., MS, dan Dr. Erlina Pakki, SE., MA.

Pelatihan bertajuk “Penggunaan Aplikasi Fintech dalam Pengembangan Usaha dan Daya Saing pada UKM Perempuan Home Industry di Kelurahan Tamalanrea kota Makassar” difasilitasi dan sekaligus dibuka oleh Lurah Tamalanrea Drs. H. Aminuddin MM, bertempat di ruang rapat Kantor Kelurahan Tamalanrea (8/11).

Dari hasil pelatihan tersebut, memberikan manfaat kepada para UKM perempuan di kelurahan Tamalanrea sebagai berikut:

(1) Memberikan pengetahuan tentang strategi pemasaran melalui sosial media untuk memasarkan produk serta mengembangkan bisni.

(2) Memahami cara memulai bisnis dan menyusun rencana bisnis (business plan)

(3) Pelaku UKM perempuan terhubung dengan pemerintah untuk sosialisasi menuju usaha sukses

(4) Memperoleh peluang pasar dan memperbesar pangsa pasar dan daya saing**(Rafa)

‘PostBanner’

Comment