by

Fatma Jawab Tuntas, Pete-Pete Smart Menjadi Bumerang Appi

Keterangan Foto: Calon Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi saat menjawab pertanyaan Munafri Arifuddin saat debat sesi pertama (Ist)

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Pertanyaan yang terkesan memancing dari Kandidat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin tentang transportasi, berhasil dijawab lunas oleh pasangan nomor urut 1, Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi.

Appi yang diberi kesempatan bertanya, menyebut mengenai kelanjutan transportasi publik modern, yakni Pete-pete Smart. Entah hanya melihat secara kasat mata, tanpa mengetahui rencana kelanjutannya, sehingga langsung menilai jika tidak bisa terlaksana.

‘FooterBanner’


Menjawab pertanyaan itu, Fatma mempertegas jika transportasi modern itu akan dilanjutkan. Apalagi prototipe dan surat layakan rancang bangun sudah ada. Sehingga jika diberi amanah bersama Danny, maka hal itu tak perlu diragukan.

“Tentang pertanyaan mengenai Pete-pete Smart, perlu kami sampaikan bahwa prototype-nya sudah ada. Dan surat layakan rancang bangun itu sudah ada. Jadi tungguma kami akan hadir,” tegas Fatma.

Berdasarkan pantauan, Danny-Fatma memang punya visi-misi yang terukur dan terencana. Sehingga di debat publik perdana yang berlangsung selama kurang lebih dua jam, pasangan nomor urut 1 ini sangat tenang menjelaskan.

BACA JUGA:  Tingkatkan Terus Kualitas Layanan Konsumen, Gojek Fasilitasi Mitra GoCar Pelatihan Bengkel Belajar Mitra (BBM)

Keduanya juga tenang, fokus dan terarah dalam menyampaikan. Tidak asal bicara, semua berdasar dari visi-misi serta kerja nyata Danny selama menjabat walikota Makassar 2014-2019.

Tentang sesi pertanyaan pendidikan misalnya, Danny memaparkan bahwa dirinya bersama Fatma sudah menyiapkan program untuk itu. Hal tersebut ada dalam program strategis revolusi pendidikan semua harus sekolah.

Danny mengatakan, bahwa persoalan utama bidang pendidikan di Makassar karena tidak seimbang antar jumlah sekolah SD dan SMP maupun jumlah siswa-siswanya. Untuk itu, ADAMA’ sudah menyiapkan terobosan.

“Program SD membuat SMP dan SMP membuat SD. Ini terobosan simpel yang bisa menjadi solusi,” kata Danny. Dengan program ini, jumlah sekolah SD dan SMP tidak lagi menjadi persoalan**(AS)

‘PostBanner’

Comment