by

Tenaga Pengajar Harus Aktif Menulis dan Eksis di Medsos, Sudirman: Dosen Sekarang Harus Milineal dan Tahu Dunia Maya

Keterangan Foto: Dr. Sudirman, S.Pd., M.Si., atau akrab dipanggil di media sosial Jenderal SDM, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar

Smartcitymakassar.com – Makassar. Selama Pandemik Covid-19 membuat semua orang melakukan social dan phisycal distancing dengan tetap berada di rumah.

Kondisi tersebut menuntut seseorang kreatif dalam mengisi waktu luangnya. Seperti yang dilakukan tenaga pendidik Dr. Sudirman, S.Pd., M.Si., atau akrab dipanggil di media sosial Jenderal SDM, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar dan Desain Media Promkes Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI), saat mengisi waktu luang di rumah ketika diharuskan menjalani Work From Home (WFH).

‘FooterBanner’


Dosen UPRI ini tak ingin menyia-nyiakan waktunya ketika semua kegiatan kampus bermigrasi ke bentuk daring. Dia memanfaatkan waktu dengan mengikuti sejumlah pendidikan non-akademik untuk menambah pemahamannya dan kompetensinya dalam menghadapi dunia akademisi yang makin kompleks.

“Selama Pandemik, saya mengikuti webinar pendidikan online, Diskusi terarah, dan berbagai acara yang sifatnya daring (dalam jaringan) mumpung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi bantuan kuota gratis untuk mahasiswa dan dosen sebesar 50 Gb per bulan. Bantuan kuota ini diberikan sebagai bentuk implementasi dari SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2020 pada masa Pandemik Covid-19,” beber sang Jenderal sambil tersenyum saat di wawancarai melalui Video Call (VC) di rumahnya.

BACA JUGA:  Bupati dan Gabungan Ormas Islam Halau Pengikut Syiah di Takalar

Tak hanya itu, dia juga aktif menulis dan eksis di medsos seperti Facebook, Twitter, Instagram dan sebagainya.

“Saya aktif memposting tentang ilmu pengetahuan di dunia maya kecuali tiktok hehehe. Memang Dosen sekarang harus milenial dan tahu tentang dunia maya agar wawasan pengetahuannya terupdate. Saya mengajar mahasiswa dengan berbagai strategi dan pendekatan beragam, dengan daring saya pakai zoom meeting, tentu ada mahasiswa yang jaringannya jelek di daerah terpencil maka saya siapkan Google classroom. Kalau masih susah masuk yah di group Whatsapp. Banyak cara untuk belajar, ada juga mahasiswa ke warkop yang free wifinya, maka saya siapkan buka blog saya, Bengkel Ilmu Pengetahuan Sumber Daya Manusia (SDM). Semua materi kuliah dan tulisan saya parkir di sini,” tambahnya.

Mengutip perkataan Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara bahwa “Setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah Sekolah, Semua Buku adalah Ilmu” Menjadi motivasinya untuk dirinya dan semua mahasiswanya.

“Saya juga sepakat apa yg dikatakan John Dewey, ‘Pendidikan bukan persiapan untuk hidup. Pendidikan adalah hidup itu sendiri’. itu postingan di dinding Facebook saya,” tutupnya**(Jen)

‘PostBanner’

Comment