by

Cakrawala ORANGe MUDA dan Masa Depan Kaum Milenial

Keterangan: Ketua ORANGe MUDA, Andi Cakrawala / foto: As.

Smartcitymakassar.com, Makassar. Saat ini, anak muda di Indonesia, termasuk juga di Kota Makassar, sibuk untuk mencari “kanal” serta menemukan bentuk dalam mengekspresikan aspirasi dan ide-ide mereka. Fenomena ini berlangsung di tengah gencarnya pertanyaan tentang bagaimana kaum muda mempersiapkan diri menjadi bagian dari bonus demografi yang bakal dialami Indonesia di tahun 2030-2040 menurut Bappenas.

Dua fenomena penting ini menjadi “concern” atau perhatian dari sejumlah anak muda, kaum milenial istilah yang mengglobal, untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Mereka, sejumlah anak muda itu, adalah ORANGe MUDA.

‘FooterBanner’


Seperti dipaparkan Andi Cakrawala, sang Ketua yang punya perhatian besar terhadap masa depan pemuda, ORANGe MUDA adalah “kanal” serta ruang mendiskusikan bentuk luapan seluruh ide para anak muda dari sisi praksis maupun teoritis.

Fenomena-fenomena tersebut yang jadi “concern” ORANGe MUDA tampak dilihat dalam terang konsep fenomenologi dari Edmund Husserl. Artinya, fenomena yang terjadi tidak diterima begitu saja seperti yang berlaku di dalam masyarakat atau common sense. ORANGe MUDA mencoba melihatnya secara kritis untuk menangkap, menyingkap, dan memahami fenomena asli, apa adanya, sebelum ditafsirkan oleh masyarakat, oleh kebudayaan.

Komunitas yang lahir pada awal tahun 2018 ini adalah “kanal” yang disiapkan untuk menyerap dan menyingkap fenomena asli, khususnya, yang berkenaan dengan kaum milenial yang terjadi di masyarakat. Berangkat dari sana, secara kritis, program ditentukan. Semangat program ini adalah memiliki manfaat bagi para milenial dengan proyeksi ke masa depan.

Program yang dirumuskan, sebagai hasil pergumulan pemikiran kritis dalam kerangka fenomenologis ini, memang diakui Andi Cakrawala menghadapi kendala atau tantangan. Tantangan regulasi, salah satunya. Pandemi Covid-19 adalah tantangan lain soal kondisi.

“Kendalanya adalah, ketika kami telah menyatukan ide-ide ke dalam satu program, namun ternyata itu bertentangan dengan regulasi yang ada, itu merupakan tantangan terberat kami. Apalagi, saat ini kita di masa-masa pandemi Covid-19,” tutur Andi Cakrawala saat ditemui di Warkop Garasi, Jalan Amirullah, Kota Makassar, Selasa (3/10/2020).

Tantangan itu pun direspon ORANGe MUDA dengan jalan memanfaatkan sumber daya atau kemampuan yang ada. Ada kemiripan cara merespon ini dengan pendekatan structural similarities; suatu model entrepreneur ketika menghadapi tantangan lewat creative mental leaps atau lompatan mental kreatif. Media sosial (Facebook, Instagram, YouTube) lalu dijadikan sarana untuk membagikan konten-konten dari program ORANGe MUDA ke para milenial.

Lompatan mental kreatif ini pula yang menjadi bagian dari pemikiran Andi Cakrawala saat ditanya oleh Smartcitymakasssar.com tentang kiat menghadapi bonus demografi di Indonesia.

BACA JUGA:  Paket New Normal Extravaganza 2021 GPH Makassar

Bonus demografi atau surplus angkatan kerja, menurutnya, dapat dilihat sebagai peluang sekaligus tantangan bagi kaum muda.

“Soal itu (surplus) tentu menjadi keuntungan buat para anak muda. Tapi hanya yang betul-betul anak muda yang siap. Dan untuk anggota ORANGe MUDA, kami mempersiapkan diri menghadapi surplus tersebut dengan cara itu tadi, melakukan edukasi, melakukan ORANGe Class dimana anggota dilatih untuk siap menghadapi dunia kerja,” jelas ketua yang mengidolakan Danny Pomanto ini.

Tantangan bonus demografi dilihat oleh pemuda yang hobi offroad adventure ini sebagai tugas bersama, memikirkan dan bertindak bersama, untuk merangkul mereka yang belum tersentuh; potensi-potensi unik mereka masing-masing masih “bungkam”. Dan kebungkaman yang diteruskan ini, dianggap Andi Cakrawala sebagai kerugian.

“Dan berbicara secara umum, kami lihat masih banyak anak muda yang tidak tersentuh. Maka dari itu, kami berharap agar komunitas lain (bukan hanya ORANGe MUDA) bisa siap menghadapi itu. Karena jika kita tidak siap menghadapi hal itu, maka kita akan dirugikan,” tambah Andi Cakrawala.

Timing, Andi Cakrawala tekankan, menjadi variabel krusial menghadapi bonus demografi ini. Dia berpesan sekaligus berharap, kaum milenial, khususnya di Kota Makassar, tidak lagi menunggu. Bergerak harus dimulai sekarang juga.

“Karena kalau bukan hari ini, kita akan mengalami kerugian, jangan lagi menunggu 5 hingga 10 tahun ke depan. Kita ini generasi muda yang menentukan masa depan bangsa dan negara kita,” pesannya.

Ditanya tentang organisasi ORANGe MUDA yang dikukuhkan oleh Moh. Ramdhan Pomanto, Wali Kota Makassar saat itu, dia menyampaikan bahwa anggota atau member komunitas milenial ini telah mencapai sekitar 500-an orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Latar belakang mereka yang bergabung di ORANGe MUDA pun beragam. Kata Andi Cakrawala, di antata mereka ada yang berlatar politisi, pengusaha, mahasiswa hingga yang masih status pelajar.

Ruang ORANGe MUDA, tegasnya, tidak pernah dibatasi kecuali bahwa mereka berusia di atas 17 tahun.

“Kami memiliki website, semua anak muda di Indonesia yang ingin mendaftar bisa di sana (website). Dan Saat ini kita sudah berjumlah sekitar 500 orang dan bukan hanya di Makassar. Anggota kami juga ada di luar Sulawesi dan mereka berdomisili di sana. Yang penting umurnya di atas 17 tahun,” papar Andi Cakrawala.** (As)

‘PostBanner’

Comment