by

Demo di Hari Sumpah Pemuda, PB IPMIL Raya Tagih Janji Gubernur Sulsel Mekarkan Luwu Tengah

Keterangan Foto: PB IPMIL Raya demo di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan

Smartcitymakassar.com – Makassar. Pengurus Besar (PB) Ikatan Pelajar Mahasiwa Indonesia Luwu Raya (PB IPMIL Raya) menggelar Aksi demonstrasi pada momentum Sumpah Pemuda di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (28/10).

Aksi tersebut prakondisi soroti moratorium DOB Luwu Tengah tepat di hari Sumpah Pemuda 28 Oktober dengan merefleksi perjuangan pemuda dan pelajar se-tanah air. Sebelum melakukan aksi besar-besaran dalam momentum hari pahlawan nasional, hari memperingati Walmas Berdarah, dan sebagai puncaknya di hari Perlawanan Rakyat Luwu pada 23 Januari 1946 yang kembali akan diperingati tahun depan 23 Januari 2021.

‘FooterBanner’


Saldi Kaso Ketua Umum PB IPMIL Raya sekaligus Jendral Lapangan pada aksi itu dalam orasinya mengatakan pada momentum Sumpah Pemuda, organisasi daerah juga merupakan cikal bakal lahirnya semangat pemuda.

“Pada momentum ini organisasi daerah sebagai cikal bakal melahirkan semangat pemuda se-Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan, dan hari ini tepatnya 28 oktober 2020 di depan kantor Gubernur Prov. Sul-Sel organda IPMIL RAYA turun kejalan untuk memperingati hari bersejarah bangsa Indonesia.”

BACA JUGA:  PPNI: Danny-Fatma Paling Paham Problematika Perawat di Makassar

Selanjutnya ia menyampaikan dalam orasinya kepada Gubernur Sul-Sel agar menepati Janjinya mengenai DOB Luwu Tengah.

“Menitipkan satu aspirasi Wija to Luwu kepada Gubernur Sul-Sel dalam hal ini Prof. Nurdin Abdullah agar menepati janjinya yang akan memekarkan Luwu tengah sebagai Daerah Otonomi Baru,” tegasnya.

Ia menambahkan, “kami Wija to Luwu berjuang sampai titik darah penghabisan, karena perjuangan masyrakat Luwu bagi bangsa sangat besar terhadap NKRI sampai rela melepas kekuasaan Kerajaan Luwu dari tangan Raja Luwu pada saat itu datu Luwu A. Djemma ke pemerintah Indonesia. Bahkan Sukarno pernah berjanji akan menjadikan Tana Luwu menjadi daerah istimewa,” jelasnya.

Sebagai penutup orasinya ia berharap Gubernur Sul-Sel adil kepada Tana Luwu.

“Kami berharap agar Gubernur Sul-Sel adil terhadap Tana Luwu, masyarakat Walendrang-Lamasi (Walmas) dan sekitarnya sangat kesulitan, karena terlalu jauh jarak antara Walmas ke ibu kota kabupaten yaitu, kota Belopa,” Tutup Saldi**(Tbr)

‘PostBanner’

Comment