by

Tolak UU Omnibus Law, Front Mahasiswa Menggugat Gelar Aksi Unras

Fuad Hidayatullah, Humas Front Rakyat Menggugat

Smartcitymakassar.com – Makassar, Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda, puluhan massa mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) serta beberapa unsur-unsur lembaga kemahasiswaan, menggelar aksi demonstrasi, menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) di pertigaan antara jalan Alauddin dan jalan A.P. Pettarani, rabu (28/10).

Fuad Hidayatullah selaku Humas Front Rakyat Menggugat saat ditemui oleh awak media dilapangan menuturkan, Undang-undang cipta kerja bukan sekedar persoalan ketenagakerjaan semata tetapi menjadi masalah fundamental bagi seluruh aspek tatanan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

‘FooterBanner’


“Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda sekaligus kami dari Universitas Islam Negeri melanjutkan tuntutan, menolak undang-undang omnibus law cipta kerja,” katanya.

Lanjut, Undang-undang ini dibuat untuk menggeser ideologi, Sistem Ekonomi, Hukum dan Politik bangsa yang telah disusun oleh para pendiri bangsa menjadi karpet merah kepentingan penguasa dan oligarki serta penguasa atau korporasi.

“Kami dari unsur mahasiswa menuntut produk undang-undang yang beberapa hari lalu disahkan di DPR RI, secara garis besar bahwa produk undang-undang ini baik secara subtansi, di anggap bermasalah,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Terapkan Protokol Kesehatan dan Berikan Imbauan Kamtibmas, Babinkamtibmas Turun Langsung ke Warga

Dalam penyusunan hingga di undangkannya Undang-undng Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) mengubah, menambah serta menghapus sebanyak 79 peraturan perundang-undangan sekaligus, yang substansinya menabrak dan bertentangan dengan Pancasila dan Konstitusi Negara.

“Kami sampai saat ini belum tahu, kemana arah sebenarnya produk undang-undang ini menuju, kemudian ada beberapa tahap-tahap yang dianggap telah dilewati, sehingga kita bisa simpulkan, bahwasanya pengesahan ini itu dianggap terburu-buru,” tambahnya

Selain itu, Fuad menambahkan, Dengan adanya produk undang-undang ini, ada beberapa hal-hal yang bermasalah, dalam hal ini ternyata tidak hanya persoalan cipta kerja didalamnya, tetapi banyak segment-segment yang kemudian menjadi dampak belakangan dari pada produk undang-undang ini.

“Makanya kami melakukan aksi unjuk rasa di jalan alauddin, karena ini adalah wujud ataupun sikap dari kawan-kawan yang tergabung dalam Front Rakyat Menggugat, itu merespon terhadap produk undang-undang ini, jadi secara garis besar kita melontarkan musi tidak percaya kepada perwakilan rakyat dalam hal ini,” pungkasnya. (Dh)

‘PostBanner’

Comment