by

Terima Keluhan Warga Makassar selama Kampanye, Danny Pomanto Akan Beri Prioritas

Keterangan: Danny Pomanto saat kampanye dialogis di Kelurahan Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Jumat (23/10/2020) / foto: ist.

Smartcitymakassar.com, Makassar. Berbagai keluhan warga Kota Makassar telah disampaikan ke Pasangan Calon (Paslon), Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny) – Fatmawati Rusdi sejak kampanye jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020. Salah satunya di Kelurahan Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Jumat (23/10/2020).

Saat kampanye dialogis di lokasi tersebut, Danny Pomanto bertatap muka dengan sejumlah warga dan tokoh masyarakat (tomas) setempat. Berbagai keluhan pun disampaikan warga kepada mantan Wali Kota Makassar 2014 – 2019 itu.

‘FooterBanner’


Ketua RW 3, Abd Rais Naba, misalnya mengungkapkan, di wilayah pesisir tempat tinggalnya sangat diperlukan Puskesmas Pembantu. Baginya itu penting mengingat wilayah Kelurahan Tanjung Merdeka sangat strategis.

“Di Tanjung Merdeka ini, terkhusus yang ada di RW 4, 5, 6 berada di kawasan pesisir. Satu hal yang kami sampaikan, tidak ada puskesmas pembantu. Itu perlu ada puskesmas pesisir,” tuturnya.

Selain itu, Rais Naba menyampaikan persoalan tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Hak dasar warga Tanjung Merdeka itu baginya sangat sulit terpenuhi dan dijangkau.

“Kita di sini dipukul rata oleh BPHTB. Seharusnya masyarakat lokal yang ada sekitar 30 persen jumlahnya ini, hak kepemilikan (tanah) perlu diperhatikan. Dan jangan diratakan BPHTB-nya dengan warga yang ada di perumahan. Kenapa harga tanah jauh di bawah ketimbang BPHTB,” terang Rais Naba.

“Kami sangat berharap ke depan, BPHTB dapat ditinjau kembali. Karena banyak masyarakat yang tidak bisa urus tanahnya. Padahal ini kan hak dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian pemerintah,” tambahnya.

Masalah lahan pekuburan pun dia disampaikan. Dirinya percaya jika Makassar di tangan Danny Pomanto persoalan itu dapat diselesaikan nanti.

Dengan begitu, di hadapan warga, Rais Naba berharap jangan sampai melakukan tindakan yang merugikan Danny Pomanto bersama pasangannya Fatmawati Rusdi.

“Jangan kita blunder. Sebentar lagi 9 Desember. Oleh karena itu, jangan ada dusta di antara kita. Jangan sampai di sini kita katakan satu, tapi pada akhirnya ada dusta di antara kita. Saya berharap jangan terulang lagi. Kita pernah kolom kosong, sekarang kita satu,” tegas dia.

BACA JUGA:  Ini Penjelasan Lingkup Kerjasama Pertamina dan 6 Kejaksaan Tinggi di Sulawesi

Sementara di tempat terpisah, Ketua RT1 RW4 Keluraham Barombong, Daeng Kio mengeluhkan pencairan insentif Ketua RT/RW. Tidak tepat waktu. Bahkan, menurutnya, insentifnya di beberapa bulan terakhir ini belum dia terima.

“Selama Bapak (Danny) tidak memimpin, insentif dibayar tidak tepat waktu. selama bapak memimpin dulu, tepat waktu. Sekarang tidak. Sampai sekarang tidak ada insentif,” bebernya.

Selain persoalan di atas, Danny Pomanto juga menampung aspirasi lainnya seperti irigasi, lampu lorong, kartu KIS, KTP, paving block, hingga bantuan terhadap petani dan pedagang kelapa.

Maka dari itu, ahli arsitek itu siap memberi perhatian khusus terhadap semua keluhan tersebut.

“Jadi soal BPHTBnya itu, zonasinya yang salah. Insya Allah, awal menjabat nanti kalau terpilih, satu tahun menjabat saya perbaiki zonasinya. Harusnya memang masyarakat yang di belakang dan di depan tidak boleh sama (pembayarannya),” kata Danny Pomanto.

Soal layanan kesehatan, Danny Pomanto akan membuat puskesmas pembantu di setiap keluharan. Tidak hanya di Tanjung Merdeka.

“Termasuk posyandu, kita buat sama. Termasuk kita buat community center, semua kegiatan ada di situ. Terkait lahan kuburan, saya dulu pernah punya konsep. Pemkot Makassar siapkan lahan kuburan. Misalnya di Takalar kita beli tanah,” jelas Danny Pomanto.

“Jadi masyarakat di selatan ke Takalar, di utara di Moncongloe (Maros). Dulu begitu. Kenapa Sudiang sudah hampir penuh, karena tanah semakin mahal. Insyaallah. Saya kira ini jadi perhatian ADAMA (akronim Danny-Fatma”, tutup Danny.** (As)

‘PostBanner’

Comment