by

Ketua PC PMII Jeneponto Kecam Keras Tindakan Represif Aparat Kepolisian

Keterangan Foto: Demo tolak UU Omnibus Law di depan kantor DPRD kabupaten Jeneponto

Smartcitymakassar.com – Jeneponto. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Jeneponto yang tergabung dalam Gerakan Jeneponto Menolak Omnibus Law Jilid II, angkat bicara persoalan tindakan represif aparat Kepolisian dalam mengatasi peserta aksi demostran penolak UU Omnibus Law di depan kantor DPRD Kabupaten Jeneponto, Senin (12/10) Sekira pukul 15.30 WITA.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Ketua PC PMII Jeneponto Muh Idris Haris dalam keterangan resminya, Selasa (13/10) di sekretariat PC PMII Jeneponto Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.

‘FooterBanner’


Menurutnya, Kapolres Jeneponto tidak profesional menjadi pimpinan dan tidak becus dalam memerintahkan anggotanya untuk jadi pengamanan aksi.

BACA JUGA:  Terapkan Protokol Kesehatan, Begini Cara Fatmawati Penuhi Ajakan Foto Bareng Warga

“Kami sangat mengecam tindakan kekerasan Kepolisian terhadap peserta aksi pada saat aksi di depan kantor DPRD Jeneponto. Kapolres Jeneponto juga tidak profesional menjadi pimpinan dan tidak becus dalam memerintahkan anggotanya untuk jadi pengaman aksi,” terangnya.

“Aparat Kepolisian juga tidak mencerminkan sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Bahkan jendral lapangan dan beberapa pimpinan yang berada di atas mimbar orator dipukuli oleh pihak Kepolisian dan termasuk saya yang terkena pukulan pentungan, bambu oleh pihak Kepolisian dan ada 4 peserta aksi yang dirawat di RSUD Jeneponto,” pungkasnya**(Tbr)

‘PostBanner’

Comment