by

Ketua Umum PMII Sulsel Kecam Tindakan Represif Oknum Aparat Kepolisian Terhadap Dosen FH UMI

Keterangan Foto: Ketua PMII Sulawesi Selatan (Ist)

smartcitymakassar.com – Makassar. Pengurus Koordinator Cabaang (PKC) PMII Sulsel mengecam tindakan represif yang diterima oleh salah satu dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, mengakibatkan dosen tersebut babak belur saat berlangsungnya unjuk rasa tolak pengesahan UU Omnibus Law di Makassar, beberapa hari lalu (8/10/2020).

Kronologisnya, pada hari Kamis, 8 Oktober 2020 sekitar pukul, 22:00 WITA malam, salah satu Dosen Tetap Universitas Muslim Indonesia (UMI) berinisial AM tertangkap serta mendapat tindakan kekerasan dari pihak kepolisian yang tengah melakukan pengamanan aksi “tolak omnibus law (OBL)” di Jalan Urip Sumoharjo, yang saat itu massa aksi sedang dipukul mundur.

‘FooterBanner’


Ahmad Sirajul Munir selaku Ketua PMII Sulawesi Selatan yang juga merupakan Alumni FH UMI 2010 mengatakan sangat menyayangkan tindakan aparat kepolisian terhadap rekan se-angkatannya di FH UMI.

BACA JUGA:  Debat Putaran Kedua, Akademisi Bastian Lubis dan Ibnu Hadjar Nilai Danny-Fatma Kembali Unggul

“Ahmad menegaskan bahwa tindakan aparat kepolisian yang bertugas dalam menangani unjuk rasa penolakan UU Omnibus Law sangat berlebihan dan jauh keluar dari Protap. Ini sudah di luar protap apalagi rekan kami itu seorang Dosen dan saat di TKP beliau telah menunjukkan identitasnya. Tetapi masih saja mendapatkan kata – kata kasar yang berujung pada tindakan kekerasan dan menyebabkan luka – luka di sekujur tubuhnya,” Jelasnya

Dia menambahkan, “saya berharap oknum yang terlibat dapat diberikan hukuman yang setimpal sesuai hukum yang berlaku di negara kita,” pungkasnya**(Tbr)

‘PostBanner’

Comment