by

Tokoh Masyarakat Untia: Luar Biasa yang Telah Diberikan Pak Danny

Keterangan: Calon Wali Kota Makassar 2020, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto saat di Untia, Selasa (06/10/2020) / foto: Ist.

Smartcitymakassar.com, Makassar. Warga Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, sangat merindukan kembali kepemimpinan Mohammad Ramdhan Pomanto atau yang kerap disapa Danny Pomanto.

Kerinduan itu itu disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat yang juga Ketua RW 05, Buhari, saat Danny Pomanto berdialog dalam kampanyenya di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanayya, Selasa (06/10/2020).

‘FooterBanner’


Mengawali dialog, Buhari menyampaikan jika sangat tertarik dengan program mantan Wali Kota Makassar 2014 – 2019 itu. Namun, kata Buhari, tidak ada gunanya program kalau tidak kita pilih Pasangan Calon Wali Kota Makassar nomor urut 1.

“Luar biasa mi apa yang telah na berikan ki pak Danny, ada Lorong Garden, ada LISA, itu sangat menantang bagi kami sebagai RW dan RT tapi sekarang tenamo (tidak ada lagi),” kata Buhari disambut teriakan ‘ADAMA’ oleh warga.

“Belum tuntas perjuangan Kotak Kosong kalau tidak kita pilih nomor Satu. Hanya Danny yang paham persoalan sertifikat tanah, kalau yang lain masih aggarambang (meraba-raba). Sekalinya Bapak tidak jadi lagi wali kota, ecece cini’mi, lorong rantasa’na ngasengmi (jorok),” ucap Buhari lagi.

“Jadi tolong wargaku, ikut meki nomor satu, terbukti mi program-programnya Pak Danny,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Ibu Jamrud menyampaikan dalam dialog agar kiranya kerinduan majelis taklim Kelurahan Untia bisa terwujudkan.

“Saya hanya menyampaikan, Pak, agar Penasehat Wali Kota dikembalikan fungsinya, karena sekarang tidak berarti lagi di mata pemerintah, apa lagi majelis taklim Untia. Kami rindu pengajian lorong untuk itu mohon diaktifkan kembali karena sekarang tidak adami pengajian lorong lagi pak,” tutur Jamrud.

Mendengar hal tersebut, Danny Pomanto mengatakan siap mengembalikan posisi penasehat mitigator sosial dimana fungsi penasehat Wali Kota ada pada pencegahan masalah sosial di masyarakat.

BACA JUGA:  Soal Pelantikan Calon Wali Kota Makassar Terpilih, Ini Penjelasan KPU Makassar

“Jadi, Penasehat Wali Kota Insya Allah saya akan kembalikan lagi, apalagi pengajian lorong, saya juga heran kenapa dihilangkan, berdoa meki’, Bu, kalau terpilih saya aktifkan kembali,” tegas kandidat yang berpasangan dengan Fatmawati Rusdi ini.

“Insya Allah, insentifnya Penasehat, RT, RW, Imam Mesjid, Sekolah Minggu, Pemandi Jenazah insentif tahunannya akan saya jadikan bulanan,” tambahnya.

Sebagai mantan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengawali sambutan dalam kampanye dialogisnya di Untia. Bahkan, ia mengenang masa-masa ketika dirinya sering berkunjung saat memimpin Kota Makassar.

“Saya senang kembali masuk ke Untia, kanal dan taman-taman sudah kelihatan, dan alhamdulillah, di jaman saya menjadi perjuangan kemarin dan semua sudah selesai, termasuk jalan sampai ke sini. Untia itu masa depannya Kota Makassar,” beber Danny Pomanto.

Danny pun berpesan, jika 09 Desember 2020 merupakan penentu nasib jutaan warga Makassar. Menurutnya, jika salah pilih maka sekitar 1,5 juta jiwa warga Kota Anging Mammiri akan menderita selama 5 tahun ke depan.

“Untuk itu, jangan ki salah memilih, pilih ki Nomor?,” tanya Danny yang  sontak warga berteriak “nomor 1”.

Kampanye kali ini, Danny Pomanto didampingi langsung oleh Anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Gerindra, Nunung Dasniar, OKK Bappilu Gerindar Kota Makassar, Iksan. Selain itu, ada pengurus DPW Nasdem, Idrus dan Wakil Sekertaris DPC Partai Bulan Bintang, serta para pengurus partai pengusung, dan perwakilan sejumlah komunitas loyalis DP.** (As)

‘PostBanner’

Comment