by

Keluhkan Perlakuan Semena-Mena Smelter, Penambang Nikel Lokal: Ini akan Membuat Kami Gulung Tikar

Nikel (int)

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Saat ini para penambang nikel mengeluhkan sedang menghadapi situasi yang sangat tidak menguntungkan. Para penambang menyebut Smelter semakin semena-mena terhadap para penambang nikel. Pasalnya, penjualan domestik Nikel Ore ke Smelter, yang sebelumnya dari Harga dasar ditetapkan oleh Pabrik, saat ini akan diterapkan harga berdasarkan HPM (Harga Pembelian Mineral).

Harapannya adalah kondisi menjadi lebih baik, namun justru penerapan HPM tersebut disertai dengan poin-poin yang menjadi penalty dari harga dasar sehingga harga akhir ore Nikel lebih rendah dari harga sebelumnya.

‘FooterBanner’


Peraturan (regulasi) lama yang diterapkannya hanya berlaku penalty pada MC (Moisture Content) dengan potensi pemotongan berkisar $2 dengan kondisi MC yang tinggi, sementara SiO2/MgO (S/M) tidak menjadi faktor perhitungan.

Dengan berlakunya HPM baru maka MC dan S/M menjadi penalty yang secara otomatis menurunkan harga dasar menjadi jauh lebih rendah dengan pemotongan hingga $9 per ton utk MC tinggi.

BACA JUGA:  Jokowi Kunjungi Pabrik Gula JBM Bombana, Pabrik Gula Pertama Milik Pribumi dan Terbesar di Asia Tenggara

Kemudian S/M juga muncul sebagai penalty berikutnya dengan dasar maksimum 2.5 dimana setiap kenaikan 0.1 akan dikenakan $0.5. Sehingga jika S/M naik hingga 5, maka penalty mencapai $12.

Kondisi tersebut hampir bisa dipastikan bahwa harga akhir yang akan diterima oleh penambang jauh dibawah HPM dan Harga sebelumnya.

Dengan demikian para penambang lokal tidak akan mampu menutupi biaya operasional, dan bisa dipastikan para penambang lokal akan gulung tikar di mana saat ini sudah banyak yang tidak beroperasi dan tutup. (*Tbr)

‘PostBanner’

Comment