by

Ketua Majelis Taklim Kelurahan Barana: Pak Danny Begitu Perhatian Soal Keumatan

Keterangan: Calon Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, bersama Ketua Majelis Taklim Kelurahan Barana, Syahruni Alwi, Minggu (4/10/2020) / foto: ist.

Smartcitymakassar.com, Makassar. Memiliki banyak pengalaman dalam bersentuhan dengan para pemuka agama, pasangan Calon Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto – Fatmawati Rusdi mendapat kesan dari emak-emak majelis taklim Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar. Minggu (4/10/2020).

Menurut Ketua Majelis Taklim, Syahruni Alwi, kepedulian Danny maupun Fatma semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan dan menjaga toleransi.

‘FooterBanner’


“Pak Danny saat menjabat Wali Kota Makassar sangat memperhatikan majelis taklim, guru mengaji, imam masjid, hingga pemandi jenazah. Itu menunjukkan Pak Danny adalah sosok yang begitu perhatian kepada keumatan. Kita doakan semoga terpilih,” ucap Syahruni dihadapan Fatma.

Mantan anggota DPR RI ini pun demikian, lanjut Syahruni, dia (Fatma) sudah paham dan sering terlibat dalam aktivitas majelis taklim dan lama menjadi pembina majelis taklim.

Dimana, Fatma sebagainya satu-satunya kandidat perempuan di Pilkada Makassar 2020 juga menjadi angin segar agar menjadikan kebutuhan perempuan lebih mendapatkan perhatian.

“Kami sebagai anggota majelis taklim tentu berharap Bu Fatma yang terpilih. Insya Allah, perempuan akan lebih paham perempuan,” terang salah satu emak-emak di Kelurahan tersebut.

Di hadapan warga, Fatma menyampaikan jika dirinya yang pernah duduk sebagai Anggota DPR RI enggan ‘menjual’ janji semata.

BACA JUGA:  Pj Wali Kota Makassar Lantik 19 Pejabat Fungsional Bagian ULP

“Saya tidak mau berjanji. Tapi, sebagai representasi perempuan, saya paham kebutuhan ta semua,” tutur Fatma.

Saat Danny menjabat Wali Kota Makassar periode 2014-2019 lalu, ada berbagai kebijakan dan program di bidang keumatan. Antara lain, salat subuh berjemaah dan pengajian di lorong-lorong. Lalu ada insentif khusus kepada imam masjid, guru mengaji, hingga yang memandikan jenazah.

Program yang berjalan juga tidak sebatas pada umat muslim, tetapi juga kepada umat agama lain. Danny Pomanto dalam satu kesempatan menyampaikan bahwa program ini merangkul seluruh umat beragama.

“Saya menawarkan program penguatan keimanan umat. Program tersebut mengatur seluruh umat beragama, jadi tidak ada yang keluar pagar,” beber Danny Pomanto.

Program ini berdasarkan pengalaman dan penelusuran lelaki berlatar belakang arsitek itu selama lima tahun menjadi wali kota. Bahwa kekuatan dari sebuah negara terletak pada organisasi terkecil, yakni keluarga. Apabila keluarga sehat, maka negara akan sehat.

“Dalam keluarga ada dua hal yang menonjol. Pertama akhlak dan yang kedua, pendidikan, baik formal maupun pendidikan agama,” tutupnya.** (As)

‘PostBanner’

Comment