by

Gelar ‘Diskotik’, Begini Harapan Komunitas Peradaban Makassar untuk Pemimpin Terpilih Makassar

Gelar ‘Diskotik’, Begini Harapan Komunitas Peradaban Makassar untuk Pemimpin Terpilih Makassar

Smartcitymakassar.com – Makassar. Komunitas Peradaban Makassar menggelar Diskusi Kopi Politik (Diskotik) sekaligus merayakan Hari Kopi Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2020 dan peringati Dua Dekade Gerakan Makassar For Peace dengan tema ‘Meracik Peradaban Dalam Segelas Kopi’ di Warkop Chemistry. Jalan Perumnas Antang.

Diskusi ini dihadiri oleh Fonder Makassar For Peace, Muhammad Iqbal AR. Politisi partai Berkarya, Zakaria Ibrahim. Aktifis Pemberdayaan Masyarakat, Ahmad Said. Founder Komunitas Peradaban, Mashud Azikin.

‘FooterBanner’


Gerakan Makassar For Peace sendiri merupakan gerakan yang awal mulanya di bentuk untuk menentang teroris di dunia. Tapi saat ini, Gerakan tersebut akan dibangkitkan lagi untuk lebih fokus dalam membangun Kota Makassar.

Fauder Komunitas Peradaban, Mashud Azikin menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan sejumlah masalah yang terjadi di Kota Anging Mammiri ini yang selanjutnya akan dibahas oleh orang – orang yang kompeten dibidangnya.

“Sebenarnya kegiatan ini hanya mengumpulkan apa – apa permasalahan yang terjadi saat ini. Dan ini akan berlanjut dan dibahas di pertemuan selanjutnya yang melibatkan orang – orang yang kompeten”, jelas Mashud.

Dan untuk tujuannya, lanjut Mashud, untuk membuka ruang yang sebanyak – banyaknya kepada orang – yang bedomisili di Kota Makassar.

“Kan disini (Makassar) bukan cuma orang Bugis – Makassar saja, tapi ada banyak orang dari suku lain. Nah ini kita mau menciptakan tempat yang ramah, nyaman kepada sama siapa yang tinggal di Kota Makassar”, terangnya.

BACA JUGA:  Gelar FGD, Prodi Manajemen FEB UNM Bahas Visi dan Misi Terkait Prodi Baru

“Apalagi teman – teman disini adalah yamg menjadi dari tim kandidat, semoga pendapat – pendapat disini bisa menjadi bahan pertimbangan juga untuk para kandidat”, tambah Owner Warkop Chemistry itu.

Sementara, Fauder Ko Pigi Keliling, Zainal Siko Daeng Lira’ mengatakan agar pemimpin mendatang bisa memperbaiki kultur kebudayaah Kota Makassar dan itu termasuk nama jalan.

“Jadi, siapapun pemimpin nantinya, kembalikan kultur Makassar. Seperti, nama – nama jalan dibenahi karena banyak yang salah tulis. Dan yang kedua, stoplah bicara proyek di Kota lama, bagus jika visi – misinya dituangkan saja ke Kota yang baru, yakni wilayah Panakkukang”, kata Zainal.

Untuk yang ketiga, lanjut Zainal, dirinya berharap agar pemimpin terpilih bisa lebih terbuka kepada masyarakat. Menurutnya, Baruga Anging Mammiri bisa menjadi tempat untuk melakukan diskusi.

“Pemimpin terpilih di Makassar, buka dong itu aula Baruga Anging Mammiri, mariki kita berdiskusi. Karena ini akan menghasilkan ide untuk Kota ini”, harap Zainal.(As)

‘PostBanner’

Comment