by

Buat Pemimpin dan Masyarakat Makassar, Ini Pesan Moral Zakaria Ibrahim

Keterangan Foto: Politisi partai Berkarya, Zakaria Ibrahim (Ist)

Smartcitymakasssar.com – Makassar. Berbagai cara dilakukan komunitas ataupun gerakan masyarakat untuk mengembalikan kebudayaan Bugis Makassar. Salah satunya yang dilakukan oleh Komunitas Peradaban Makassar. Komunitas ini kembali melakukan Diskusi Kopi Politik (Diskotik) di Warkop Chemistry pada Jum’at malam (2/10).

Politisi partai Berkarya, Zakaria Ibrahim yang hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa tujuan dilakukan kegiatan ini adalah sebagai wadah masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

‘FooterBanner’


“Sempat ada ide – ide, harapannya, gagasannya ataukah ada keluh kesahnya. Jadi masyarakat bisa menyampaikan itu disini, supaya kita bisa lebih bagus dalam bermasyarakat kedepannya”, jelas Aka, sapaan akrabnya.

Lanjut Aka, tujuan lain dari pertemuan ini adalah untuk menjaling silaturahim. Agar komunikasi antara generasi di kota Anging Mammiri ini tidak terputus begitu saja.

“Seperti tadi, ada yang cerita kota di masa lalu yang bisa dijadikan oleh anak – anak sekarang (generasi milenial) sebagai khasanah baru yang sebelumnya meraka belum tahu”, ujarnya.

“Dan itu memang bagus, karena kita bisa munculkan hal – hal masa lalu yang bagus untuk menjadi pertimbangan pemerintah kota dalam pengambilan sebuah kebijakan”, tambah Aka.

BACA JUGA:  Ketua Umum Suara Muda Community: Danny-Fatma Jadikan Lorong Sebagai Episentrum Pemberdayaan Masyarakat Makassar

Maka dari itu, ia berpesan agar pemimpin yang terpilih di kota Daeng ini bisa lebih memperhatikan aspirasi warga terkait komitmen pada kultur/pijakan budaya.

“Dan kita berharap, pemimpin nanti tidak selalu memikirkan kota ini dari sudut pandang ‘Arus Utama’ (itu penyebutan kami disini) dalam artian modernisasi (bangun sana bangun sini) baru lupa akar budaya kita sendiri”, harapnya.

Selain itu, Aka menyampaikan agar masyarakat juga jangan terjebak euforia demokrasi. Dirinya berharap, supaya masyarakat tidak melupakan kearifan/nilai yang kultur dalam menegakkan keadilan dan kebenaran.

“Kita harus memilih pemimpin itu yang memang memenuhi atau punya kompetensi. Jangan selalu terjebak dengan kepentingan sesaat, karena itulah yang akan mengubah hidup kita menjadi lebih baik dari saat ini, itulah harapan saya”, tutup Aka**(AS)

‘PostBanner’

Comment