by

Pj Walikota Tak Hadiri Sejumlah Sidang Paripurna, Ini Kata Komisi A DPRD Makassar

DPRD Kota Makassar saat gelar sidang paripurna.(ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar telah melakukan sidang paripurna selama 4 kali dalam seminggu terakhir ini. Namun apalah daya, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin kerap tak menghadiri sidang tersebut.

Malah, sikap sang prof itu dinilai telah melecehkan marwah DPRD Kota Makassar. Pasalnya, setiap ada sidang paripurna, Rudy hanya diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Mu. Ansar.

‘FooterBanner’


Pertanyaannya, Beginikah cara Rudy untuk membangun bersinergitas dengan legislator Makassar ?

Memanggapi sikap Pj Wali Kota Makassar anggota komisi A Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Kota Makassar, Syamsuddin Raga sangat menyayangkan seringnya Rudy Djamaluddin tidak menghadiri sidang paripurna.

Untuk itu, Syamsuddin mempertanyakan sikap seorang pemimpin seperti ini, apakah patuh terhadap aturan yang ada.

“Kami sudah mengundang, malah tidak hadir, tidak mengindahkan undangan kami. Jika memang ada agenda lain, kami bisa maklumi. Tapi ini sampai tiga kali diwakili terus, tidak masuk logika ini”, ucap Syamsuddin Raga, Ahad (27/9/2020) malam.

Bahkan, politisi Partai Perindo ini berharap Pj Walikota menghormati wakil rakyat di parlemen. Bagaimana pun, legislatif adalah mitra dari eksekutif dalam hal ini pemerintah.

“Jadi saya harap pak Pj ini, dia kan orang yang bisa mengayomi seluruh masyarakat Makassar tapi kenyataannya tidak bisa memberikan apa-apa, tidak ada kesan pencitraan dari DPRD, dan sangat tidak menghormati DPRD Makassar, selaku lembaga terhormat”, harapnya.

BACA JUGA:  Empat Pelukis Muda Pendatang Baru Terpilih dari 10 Karya Terbaik di Painting Exhibition Sulsel 2020

Bukan hanya itu, Kasrudi yang juga anggota Komisi A memandang sikap acuh yang ditunjukkan Rudy Djamaluddin ini sangat dinilai melecehkan dan meremehkan peran legislator di parlemen.

“Ada kesan melecehkan. Karena tiga kali tidak hadir. Rapat Paripurna ini, rapat tertinggi kami di DPRD Makassar. Absen tiga kali mengesankan ada perlawanan bagi kami”, kata Kasrudi melalui via telpin kepada awak media. Senin (28/9/2020).

Pasalnya, lanjut Kasrudi, rapat tertinggi sebagai rapat pengambilan keputusan itu seharusnya Pj Wali Kota Makassar hadir. Untuk itu, dirinya akan meminta jika memang ketidakhadirkannya adalah hal urgen, atau dalam hal ini urusan negara, sebaiknya ada penjelasan kepada DPRD.

“Harusnya menghargai undangan itu. Kalaupun tidak hadir ada alasan atau ada urusan negara yang penting. Kalau tidak hadir harus ada penjelasan alasan khusus bahwa betul-betul ketikhadirannya harus dalam keadaan genting. Saya merasa memang kita tidak dihargai, bahkan melecehkan,” ketus Kasrudi.

Sekadar diketahui, agenda rapat paripurna tersebut digelar Kamis, 24 September 2020, kemudian hari Jumat, 25 September 2020 pun Rudy Djamaluddin tidak hadir.

Hingga rapat paripurna pada Sabtu 26 September 2020 yang membahas pandangan fraksi – fraksi terhadap Ranperda Prakarsa DPRD Makassar tentang pendirian Perusahaan umum daerah Perparkiran tidak hadiri oleh pak prof ini.(*As)

‘PostBanner’

Comment