by

Pembunuhan di Desa Rumbia, Kapolres Jeneponto: Motifnya Adalah Masalah Keluarga

Konferensi Pers Kapolres Jeneponto terkait pembunuhan di Desa Rumbia.(ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Kepolisian Resort Kabupaten Jeneponto menggelar Konferensi Pers terkait kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto di Mapolres Jeneponto. Rabu (23/9/2020)

Pembunuhan tersebut dilakukan oleh Laki-Laki berinisial MR (24) terhadap korban berinisial RS (28) dengan menggunakan sebilah badik (pisau). Peristiwa keji itu dilakukan pada Selasa (22/9/2020) malam di depan SMK Rumbia.

‘FooterBanner’


Berdasarkan keterangan pers yang diberikan oleh Kapolres Jeneponto, AKBP Yudha Kesit Dwijayanto, pembunuhan dilakukan saat korban (RS) tengah berboncengan dengan F yang merupakan istri dari pelaku (MR).

Bahkan, AKBP Yudha mengungkapkan Motif pembunuhan lantaran Pelaku merasa cemburu terhadap korban yang diduga melakukan perselingkuhan dengan istri pelaku.

“Motifnya ada masalah keluarga sejak tiga bulan yang lalu. Istri pelaku pernah dianiaya atau ada KDRT sehingga tidak mau kembali bersama dengan suaminya dan memilih berselingkuh dengan korban (RS)”, beber AKBP Yudha kepada awak media.

BACA JUGA:  Tidak Profesional, Praktisi Hukum Pangkep Dicatut Namanya Masuk Tim Advokasi Anir-Lutfi

Untuk kronologi pembunuhan, lanjut AKBP Yudha, itu terjadi saat korban dan suaminya berinisial F sedang berboncengan menuju daerah Kabupaten Bantaeng dan langsung diberhentikan oleh pelaku.

“Korban sedang berboncengan dengan F. lalu diketahui oleh MR dan dibuntuti. Kemudian dihentikan oleh MR dan terjadilah penikaman sebanyak 12 kali terhadap korba”, terang Kapolres Jenneponto itu.

Sementara, untuk pelaku pembunuhan tersebut telah diamankan di Mapolres Jeneponto dengan ancaman hukuman lebih dari 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup karena ada motif pembunuhan berencana.

“Kasus ini masih kami dalami. Karena ada pihak lain yang juga ikut terlibat dalam memberikan informasi kepada pelaku terkait keberadaan si korban”, ungkap AKBP Yudha.(*As)

‘PostBanner’

Comment