by

DJBC Makassar Amankan Jutaan Batang Rokok Ilegal, Begini Kronologinya

Plh Kepala DJBC Makassar, Pulung Raharjo, Kepala Seksi P2 DJBC, Umar Khayam.(As)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Tim Direktur Jenderal Bea Cukai (DJBC) Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali mengamankan barang bukti berupa Rokok ilegal yang masuk melalui pelabuhan Soekarno – Hatta, Kota Makassar.

Plh Kepala DJBC Sulsel, Pulung Raharjo menyampikan, dari hasil informasi intelijen pada tanggal 3 Juli 2020, bahwa sebuah kontainer diduga berisi barang kena cukei ilegal yang berasal dari Surabaya.

‘FooterBanner’


“Dari laporan itu, kelapa seksi penindakan dan penyelidikan Bea Cukai Makassar langsung memerintahkan tim P2 Bea Cukai Makassar melakukan pemantauan dan pengawasan kepada kontainer tersebut”, kata Pulung saat menggelar press conference di Kantor DJBC Makassar. Selasa (22/9/2020).

Pemberitahuan yang diterima tim DJBC Makassar, kata Pulung, konteiner tersebut berisi alat – alat spare park. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, berbagai jenis rokok ditemukan yang tidak dilengkapi dengan pita cukai.

“Dan barang tersebut akan dibawah ke Kabupaten Bone dengan menerima atas nama SA (inisial). Dengan dukungan dari Tim Kanwil DJBC Sulbangsel dan Danpom XIV Hasanuddin kami melakukan pembuntutan terhadap sarana pengangkutan tersebut sampai di lokasi Desa Pasippo, Kecamatan Palakka”, ungkapnya.

Dari hasil tersebut, DJBC kembali mengamankan barnag bukti rokok ilegal sebanyak 181 karton dengan berbagai merk.

Bukan hanya itu, Pulung juga menyampaikan, ini merupakan penangkapan yang kedua kalinya di tahun 2020.

BACA JUGA:  HUT Polairud ke-70, Polda Sulsel Laksanakan Upacara Virtual

Sebelumnya, lanjut Pulung, pihaknya telah mengamankan tersangka IB (inisial) pada tanggal 18 Maret 2020 yang lalu. Itu bermula saat ada laporan masyarakat jika bersangkutan akan mengirim rokok ilegal dari daerah Lantebung, Makassar ke Kabupaten Jenneponto.

“Maka dari itu, Tim P2 melakukan pengejaran dan penghentian kepada pengangkutan yang menggunakan mobil di Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar dan langsung melakukan pemeriksaan. Dan hasilnya, kami menemukan rokok tanpa pita cukai”, beber Pulung.

Untuk itu, dari hasil 2 penindakan ini. DJBC memperoleh bukti sebanyak 3.120.000 batang rokok ilegal dengan nilai barang Rp. 3.182.400.000 yang berpotensi merugikan negara sebesar Rp. 1.690.743.600.

Saat disinggung soal penggunaan jasa pengiriman (ekspedisi), Kepala Seksi P2 DJBC Makassar, Umar Khayam menegaskan akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap ekspedisi

“Tetap itu dilakukan, tapi kita harus lihat dulu. Kalau disini memang ada kesengajaan/niat tentu kami proses. Karena para tersangka ini juga memalsukan dokumennya, misalnya di ekspedisi dilaporkan bahan pokok, ternyata isinya rokok ilegal”, ujar Umar.

“Dan inilah kehebatan teman kita di Makassar, bisa melakukan analisa intelijen untuk mendapatkan rokok ilegal ini”, pungkasnya.(*As)

‘PostBanner’

Comment