by

Silaturahmi dengan Pendukungnya, Danny Pomanto: Danny-Fatma Tidak Ada ‘Dekkeng na’ Hanya Rakyat Dibelakangnya

Keterangan Foto: Bakal Calon Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto saat silaturahmi dengan warga Kelurahan Mangasa (Ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Bakal Calon Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto kembali silaturahmi dengan pendukungnya di Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate. Senin (21/9/2020).

Kehadiran Danny Pomanto yang akan berpasangan dengan Fatmawati Rusdi di Pemilihan Wali Kota Makassar 2020 disambut hangat oleh warga setempat.

‘FooterBanner’


Bahkan, mantan Wali Kota Makassar (2014 – 2019) itu tambah semangat melihat dukungan warga Mangasa yang siap mendukungnya di Pilwalkot Makassar yang jatuh pada 9 Desember 2020.

“Saya sangat senang melihat antusiasi masyarakat seperti ini. 9 Desember adalah hal berarti untuk warga Makassar, karena saat itu adalah hari yang akan menentikan nasib 1,6 jiwa warga Kota Makassar”, ucap Danny Pomanto yang disambut dengan teriakan Warga ‘Adama’.

Maka dari itu, lanjut Danny Pomanto, jangat salah pilih pemimpin untuk Kota Anging Ammmiri ini. Pasalnya, jika terjadi kesalahan maka kesengsaraan untuk masyarakat akan dibawa selama 5 tahun kedepan.

Dihadapan para pendukungnya, berpasangan dengan Fatma Rusdi, Danny Pomanto membeberkan perbedaannya dengan kandidat lain. Menurutnya, ada beberapa perbedaan pasangan Adama dengan kandidat lain.

BACA JUGA:  Hotel Santika Bukittinggi Hadir di Kota Bukittinggi, Padang

“Yang pertama itu, pasangan Adama itu berasal dari orang bisa, beda dengan yang lain (calon lain). Kedua, Danny – Fatma itu bukan lahir dari bangsawan, bukan terlahir dari orang kaya, kami hanya lahir dari orang biasa”, beber Danny Pomanto.

Terus yang ketiga, kata Danny Pomanto, pasangan Adama hanya orang biasa yang akan membawa Kota Makassar menjadi Kota yang luar biasa.

“Dan hanya saya yang berani mengambil perempuan menjadi pasangam saya. Kenapa, karena hanya perempuan yang bisa menentukan maju mundurnya Kota ini (Makassar)”, tegas Danny Pomanto.

“Dan satu hal lagi, Danny – Fatma itu tidak ada ‘dekkeng na’, tapi kandidat lain, orang besar – besar dibelakangnya. Kalau Danny – Fatma hanya rakyat dibelakangnya”, pungkas Danny Pomanto**(AS)

‘PostBanner’

Comment