by

Klop Sudah Pasangan Danny Pomanto, Fatmawati adalah Tokoh Pengentas Buta Aksara Alquran Sulsel

Keterangan Foto: Bakal Calon Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi saat poto bareng dengan warga (Ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Selain sebagai wadah pendidikan agama islam nonformal, juga berperan menebarkan nilai-nilai toleransi. Maka itu, peran majelis taklim sangat penting bagi seorang Fatmawati Rusdi.

Bagi istri Ketua DPW partai Nasdem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) itu, setiap acara silaturahminya bersama warga kota Makassar, dirinya selalu berinteraksi dengan ibu-ibu majelis taklim.

‘FooterBanner’


Hal ini merupakan kebiasaan yang sudah dilakoni Fatma sejak tahun 2008 lalu, saat dia masih menjabat Ketua TP PKK Kabupaten Sidrap selama 10 tahun lalu.

“Bagaimana majelis taklim-ta’, Bu? Apa-apa saja kegiatannya? Lancar ji pengajiannya?” tanya Fatma kepada ibu – ibu majelis, Jum’at (18/9/2020).

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang biasa terlontar dari mulut Fatma saat bertemu dengan emak-emak majelis taklim di Kota Makassar.

Deretan pertanyaan itu kemudian mendapat jawaban beragam dari ibu-ibu majelis taklim. Tidak jarang juga ada permintaan berupa bantuan yang langsung diamini oleh Fatmawati.

“Majelis taklim itu salah satu garda terdepan. Jadi madrasah awal untuk anak-anak kita. Memang mesti dapat perhatian,” ucap Fatmawati yang maju di Pilkada Makassar bersama M Ramdhan “Danny” Pomanto.

BACA JUGA:  Empat Pelukis Muda Pendatang Baru Terpilih dari 10 Karya Terbaik di Painting Exhibition Sulsel 2020

Sikap perempuan kelahiran Kota Parepare 1980 ini pun mendapat respons positif masyarakat. Bentuk perhatian kepada majelis taklim jadi bukti bahwa Fatmawati tidak hanya fokus pada program yang berhubungan pemerintahan dan infrastruktur, tetapi juga peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“Kesan awal saat melihat Bu Fatma memang sosok religius. Saya sudah mendengar bagaimana Bu Fatma sejak mendampingi Pak RMS (Rusdi Masse) sebagai Bupati Sidrap dua periode. Orangnya baik”, terang seorang ibu di Kelurahan Wala-Walaya, Kecamatan Tallo, Qomariah.

Dengan perhatian kepada pengembangan SDM di bidang keagamaan sudah tertanam dalam diri Fatmawati sejak dahulu. Bahkan, dirinya yang pemrakarsa program melek Al-Qur’an dengan sistem dirosa, yang digalakkan di seluruh desa/kelurahan di Kabupaten Sidrap.

Program tersebut kemudian mengantarkannya menjadi tokoh pengentas buta aksara Al-Qur’an di Sulawesi Selatan**(AS)

‘PostBanner’

Comment