by

Ratusan Massa FPI Unjuk Rasa di DPRD Makassar Tolak Ranperda Minol

Angggota DPRD Kota Makassar, Syamsuddin Raga.(As)

Smartcitymakassar.com – Makassar. DPW Front Pembela Islam (FPI) Kota Makassar menggelar Unjuk Rasa (Unras) di depan kantor Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Jum’at (11/9/2020).

Sekitar ratusan orang dari berbagai Ormas Muslim ini sambangi DPRD Kota Makassar dengan tuntutan pembatalan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Minuman Beralkohol (Minol) dengan cara Online.

‘FooterBanner’


Dalam orasi Koordinator Lapangan Aksi, Wakabid HISBA FPI Makassar, Habib Faisal Segaf Al-Habsyi menegaskan bahwa kehadiran pihaknya di DPRD Kota Makassar tidak untuk negosiasi.

“Kami disini tidak ada istilah negosiasi, kami minta pembatalan ini (Ranperda Minol Online)”, tegasnya.

Sementara, Leguslator Perindo Kota Makassar, Syamsuddin Raga yang menerima aksi ini mengatakan dengan tegas jika Fraksi Nurani Indonesia Bangkit (Perindo, Hanura, PKB, Berkarya) menolak Ranperda tentang Minol Online.

BACA JUGA:  Berikut ASN yang Diduga Tidak Bisa Menjaga Netralitas

“Apa yang tadi dibilang pak Ustadz itu sangat benar, kita ini dalam satu wadah dan Islam sangat tidak menerima tentang Minol. Kalau ini dibebaskan, bagaimana nasib keturunan kita”, ucap Syamsuddin dihadapan pengunjuk rasa.

Bahkan, lanjut Syamsuddin, jika Ranperda tersebut disahkan, maka kedepannya akan memunculkan kekacauan di Kota Makassar.

“Kalau alasannya hanya untuk menibgkatkan PAD kita, bagi saya banyak hal lain yang bisa menibgkatkan pendapatan kita, dan bahkan lebih besar dari pada Minol”, lanjutnya.

“Dan, jika Dewan sebagai wakil rakyat tetap sah kan ini (Ranperda Minol), sebaiknya verhenti jadi anggota dewan, lebih baik pergi jual Miras saja”, pungkas Syamsuddin.(As)

‘PostBanner’

Comment